Nah kali ini saya akan mencoba lagi ikut kontes menulis yang diadakan bunda .
Kontes menulis yang bertema Apa yang membuat kamu bertahan di Steemit??
Tapi itulah cinta, yang membuat orang di mabuk kepayang dan terkadang cinta membuat kita buta.
Kita harus mengorbankan perasaan dan air mata untuk sesuatu yang bernama cinta.
Aduh ini mau ikut kontes yang bertema motivasi bertahan di Steemit atau motivasi bertahan sama kamu sih..kwkw
Udah ah daripada ngarongidul gak menentu.
Saya akan mencoba menguraikan alasan saya kenapa saya bertahan di Steemit.
Okeh saya akan uraikan satu persatu.
- Salah satunya adalah adanya reward yang didapat dari STEEM ini. Yang bisa jadi penghasilan tambahan ditengah mahalnya kebutuhan hidup dan perekonomian yang kian terpuruk.( berat amat nih kalimat).
Walaupun reward yang saya dapat tak sebanyak yang lainnya dan namun perlahan tapi pasti akan terus meningkat.
Ingat pribahasa yang bernada
Sedikit sedikit lama lama jadi bukit.
Gak ada 500 rupiah, maka tak akan jadi 1juta. Artinya sekecil apapun reward yang kita peroleh bersyukurlah karena dia akan menjadi banyak pada akhirnya.
Sumber
- Salah duanya adalah saya jadi terus belajar dan belajar di Steemit ini. Karena Steemit menjadi wadah universal dan terbuka bagi siapapun ingin mengenal orang-orang baru yang kreatif, orang orang hebat yang mengajarkan pengalaman, orang orang yang berbagi rezeki dengan sesama dengan cara yang berbeda yaitu bersedekah dengan mengunakan SBD ( Wow keren).
Jadilah muslim yang kaya. Karena dengan kaya maka kita bisa berbagi lebih banyak lagi.
Sumber
Dan dari Steemit ini juga saya bisa mengenal bunda melalui tulisan dan kontes yang digelar. Walau saya belum mengenal sosok bunda secara keseluruhan namun ada kesan yang bisa saya ambil dari sosok bunda
yaitu sifat pengayom dan rendah hati. Okeh saya tak mau terlalu banyak memuji takut terkesan lebay melambay hehe.
Namun untuk bertahan di Steemit bukanlah hal yang mudah. Kadang kita sering kecewa dengan reward yang kita peroleh namun itu sudah saya lalui dan akhirnya sudah bebal untuk tidak patah arang.
Okeh seperti sudah 400 kata saya menulis di kontes ini. Daripada ngarongidul gak tau kemana saya padahi sampai disini. Semoga saja bisa dipahami dan dimengerti maksud dan tujuan tulisan saya.
Akhir kata Wabillahi Taufik Walhidayah
Wassalam ...