KEMARIN saya membaca sebuah berita tentang mulai beredarnya rokok elektrik yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak. Ajaib, rokok elektrik itu bisa dijual seharga Rp38 ribu saja. Harga yang amat sangat terjangkau. Inilah ‘perang’ terbesar untuk mematikan anak-anak, yang notabene merupakan generasi masa depan penerus bangsa ini.
Entah apa cita-cita pemerintah, sehingga rokok elektronik tersebut bisa beredar di Indonesia. Padahal, nikotin cair itu berbahaya bagi anak-anak. Bila barang-barang berbahaya seperti itu sudah menjadikan anak-anak sebagai target pasar para ‘pebisnis busuk’, lantas siapa yang harus bertanggung jawab?
Baca
Jauhkan Rokok Elektrik dari Anak Anda, Ini Bahaya Nikotin Cair https://www.goaceh.co/artikel/serbaserbi/2017/10/29/jauhkan-rokok-elektrik-dari-anak-anda-ini-bahaya-nikotin-cair
Baru kemarin kita merayakan hari Sumpah Pemuda, sekarang kita dikagetkan dengan berita yang siap menghancurkan calon-calon pemuda. Kita belum lagi berbicara soal darurat narkoba. Soal narkoba yang telah ‘mengepung’ kota dan desa di seluruh nusantara.
Entah sudah berapa angka pasti terakhir, tentang jumlah generasi muda Indonesia yang menjadi gila dan bahkan tewas karena pengaruh barang haram tersebut. Yang jelas, saban hari hampir semua polres di Indonesia, punya catatan tentang penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba dan penangkapan pengedar narkoba.
Saat ini, mari kita renungkan betapa suramnya generasi bangsa ini ke depan. Mereka yang sudajh remaja dan dewasa, dibekap dengan narkotika. Yang masih bocah dan bau kencur, dipaksa menelan permen mengandung narkoba dan sekarang diberikan mainan baru, rokok elektrik.
Perangkap-perangkap ini akan semakin menakutkan. Semoga para orang tua sadar, bahwa menyelamatkan generasi bangsa tidak bisa menjadi urusan pemerintah semata. Mari kita mulai dari rumah kita sendiri.
###Selamatkan para pemuda, selamatkan generasi bangsa.