Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat siang dan salam sejahtera saya ucapkan kepada semua steemian Indonesia dimanapun anda berada. Pada kesempatan kali ini saya ingin menulis sebuah cerita yang merupakan pengalaman saya berdasarkan hobi yang hingga saat ini masih sering saya lakukan, yaitu edit foto menggunakan photoshop.
Awal Cerita
Photoshop pertama sekali dikenalkam oleh teman saya pada tahun 2009 lalu. Saat itu saya melihat dirinya sedang mengedit fotonya menjadi seperti lukisan menggunakan tangan. Saya sangat tertarik melihat kemampuan teman saya itu. Terlebih saat teman saya menunjukkan cara mengedit wajah, dimana teman saya mengganti wajah pada foto yang satu dengan yang lainnya, saya jatuh cinta dengan hal tersebut.
Berkaryalah Aku Bersama Hobi Baruku
Setelah belajar cara mengedit foto dengan menggunakan photoshop, hampir setiap hari saya habiskan waktu luang bersama photoshop. Awalnya saya hanya mengedit foto saya sendiri dengan memberikan efek Blur pada wajah saya yang berjerawat. Hasilnya sangat memuaskan saat itu. Akan tetapi, layaknya manusia biasa yang tidak pernah merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, saya naik satu peringkat lagi dengan mengedit foto bersama wanita-wanita yang bahkan ada yang saya tidak kenal. Disitulah awal cerita yang sesungguhnya dimulai.
Cinta ditolak, Photoshop bertindak
Sebagai seorang lelaki yang normal, saya juga menyukai seorang wanita yang sudah saya kenal sejak saya masih SMA dulu. Saya menceritakan banyak hal kepada teman-teman saya tentang wanita tersebut, hingga akhirnya teman-teman saya memberi dukungan kepada saya untuk mengungkapkan perasaan langsung kepada orang yang saya sukai itu. Dengan gagah walau sebenarny tidak berani, saya langsung mengajak Chai Long (nama samaran) jumpa di kafe. Diapun mau jumpa, tapi anehnya 2 orang teman-temannya juga ikut. Seperti jelangkung saja, kataku dalam hati. Pada akhirnya, saya minta waktu untuk berdua untuk mengungkapkan perasaan saya yang pada akhirnya terucaplah kata "mau gag jadi pacarku?" dari mulut saya. Dia sempat terdiam, lalu menjawab "saya sudah anggap abang seperti abangku sendiri". Ingin nangis rasanya tapi malu. Hal itu saya alami 2 kali dengan wanita yang sama. Anda tahu ini salah siapa? Ini semata-mata salahnya Band Numata yang menyanyikan lagu "Raja Sedang Jatuh Cinta", sebuah lagu yang sangat memotivasi saya walaupun sudah pernah ditolak sekali.
Karena merasa malu mengakui kepada teman-teman bahwa saya sudah ditolak 2 kali oleh wanita yang sama, maka dengan penuh airmata saya mengedit foto milik artis Indonesia, Dude Herlino dan Alisa Subandono yang sedang jalan-jalan di Instanbul saat itu. Saya menukar wajah Dude Herlino dengan wajah saya, dan Wajah Alisa Subandono dengan wajah Chai Long (nama samaran). Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa saya sudah pacaran dengan Chai Long. Ternyata hal itu malah tidak dapat dipercaya oleh teman saya karena saya tidak pernah pergi ke Instanbul.
Note: Foto aslinya dapat dilihat di google.com dengan mengetik Dude Herlino dan Alisa Subandono di Instanbul
Waktu terus berganti, sayapun semakin bisa untuk tidak menjadi "Raja sedang jatuh cinta", saya mulai bisa berpindah haluan. Sasaran kali ini adalah seorang mahasiswi semester 2 di STAIN MALIKUSSALEH Lhokseumawe. Orangnya tidak sombong dan juga menyenangkan saat berbicaranya. Bahkan saat saya mengirim foto hasil editan saya dengan dirinya, dia malah ketawa lepas yang membuat saya salah menanggapinya. Saya mengira bahwa dia juga menyukai saya saat dia meminta untuk mengoplod foto editan tersebut ke facebook. Kenyataannya, setelah saya mengatakan cinta dan dia menolak saya mentah-mentah, dia memblokir pertemanan dengan saya disemua media sosial.
Hingga pada akhirnya, sekitar tahun 2014 yang lalu, saya mengenal seorang wanita yang sangat manis dan mampu membuat saya lupa akan kesedihan yang lalu. Namanya adalah Annisa Kirana Gilbert, seorang artis muda yang tidak pernah mengenal saya. Saya mengedit foto bersama dirinya. Dimana foto yang sebenarnya Anna Kirana Gilbert berfoto dengan Verrel Bramasta yang diisukan sedang pacaran saat itu. "Tapi itu hanyalah isu", timbul semangat gilaku. Lagian, setelah saya lihat hasil editan, sepertinya kami memang cocok (pendapat sepihak) walau cocoknya setelah di edit habis-habisan.
Setelah mengedit beberapa foto dan mengoplodnya disosial media agar terlihat seperti playboy yang memiliki banyak pacar, saya ditegur oleh bahwa yang saya lakukan itu melanggar hukum dan tidak beretika. Benar juga, pikirku.
Karena tidak mau bermasalah dengan hukum dan tidak mahu kehilangan hobi juga, saya memutuskan untuk mengedit foto pemain bola dari klub kesukaan saya, Man City. Saya menggunakan foto David Silva yang sedang menggiring bola.