Sabtu, 20 Januari 2018, Tapon Coffee, salah satu warung kopi yang ada di Kota Idi, Aceh Timur, Aceh, mendadak lebih ramai dari biasanya. Keramaian tersebut tak lain dan tak bukan, karena kehadiran kami para pengguna platform steemit atau kita biasa mendengar istilah Stemian, yang menggelar pertemuan silaturrahmi. Ini menjadi pertemuan pertama yang kami lakukan di Aceh Timur setelah bergabung di platform Steemit.
Selain kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Timur yang ada di kawasan Peudawa atau berdekatan dengan Puat Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Puspemkab) Aceh Timur, warung kopi ini sebenarnya juga menjadi salah satu tempat saya bersama rekan-rekan lainnya menghabiskan waktu untuk bekerja entah itu menulis berita di media tempat kami bekerja ataupun berselancar di platform Steemit.
Kebangkitan KSI Chapter Aceh Timur
Memasuki penghujung tahun 2017 kemarin, para pengguna Steemit di wilayah pesisir pantai timur Aceh khususnya di Aceh Timur mulai banyak bermunculan. Stemian yang telah lumayan lama memiliki akun seperti saya ,
,
,
dan
, kini telah memiliki banyak teman seprofesi menyusul semakin mewabahnya Steemit di Aceh Timur. Tercatat, sudah ada 39 Stemian aktif yang berasal dari Aceh Timur, sehingga
pada Desember 2017 kemarin berinisiatif membuat sebuah grup Whatsapp untuk memudahkan komunikasi sesama pengguna karena sebagian diantaranya ada yang berada diluar Aceh Timur.
Dari awal, sebenarnya kami bertekad untuk bergabung ke dalam wadah Komunitas Steemit Indonesia (KSI) yang digawangi oleh kurator dan
. Bukan tanpa alasan, kami memiliki keyakinan bahwa dengan bergabung kedalam sebuah komunitas, maka keberadaan kami akan lebih mudah dikenal dan diakui, selain untuk memudahkan kami eksis bersama komunitas yang luar biasa ini bersama dengan pengguna lain termasuk pengguna dari berbagai belahan dunia.
Berangkat dari beberapa hal diatas, kami juga merasa perlu melakukan pertemuan untuk bertatap muka secara langsung dan melakukan diskusi ringan mengenai beberapa poin yang paling penting diketahui oleh pengguna steemit, terutama bagi stemian pemula yang baru bergabung. Maka, diambil lah keputusan untuk membuat silaturrahmi pada hari ini sekitar pukul 15.00 WIB sore tadi.
Ada 20 Stemian yang hadir diantaranya saya ,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
dan
. Sedangkan setengah lainnya berada diluar daerah dan berhalangan hadir.
Kami membahas beberapa permasalahan dan memberikan sedikit pencerahan seperti memotivasi Stemian yang baru untuk aktif dan continue membuat postingan, bagaimana membuat postingan yang baik, membuat postingan yang menarik hingga membahas beberapa aturan tak tertulis di Steemit seperti etika membuat komentar dan sebagainya.Secara bergantian, bukan bermaksud menggurui karena kami juga masih dalam tahap belajar, kami juga memberikan beberapa nasehat yang dianggap layak diketahui oleh para stemian pemula seperti bahaya plagiarisme dalam membuat sebuah postingan.
Agenda Meetup KSI Chapter Aceh Timur
Dalam diskusi ringan yang berlangsung hampir 3 jam sore tadi, kami juga berencana membuat sebuah gebrakan yang diharapkan berguna bagi Stemian Aceh Timur. Ya, semacam acara deklarasi gitu. Kami juga berencana mengundang hadir dua kurator Indonesia, dan
sebagai pemateri sekaligus meresmikan KSI Chapter Aceh Timur. Selain itu, punggawa KSI Chapter Aceh Timur yang rata-rata memiliki profesi sebagai jurnalis, akan mengundang juga beberapa jurnalis senior yang telah lebih dulu mengenyam kesuksesan di platform Steemit yang ada di beberapa daerah di Aceh. Tidak ketinggalan, seluruh chapter yang ada juga akan kami haturkan undangan nanti untuk menghormati chapter yang telah lebih dulu ada dan terbentuk serta eksis di KSI.
Steemit Bereh KSI Chapter Aceh Timur
Tidak muluk-muluk, kami dengan sigap menyepakati ‘Steemit Bereh’sebagai slogan yang akan kami usung di acara nanti. Kata ‘Bereh’ (tanpa ada unsur politik) merupakan kata-kata yang sangat dikenal di Aceh Timur. Bereh (bahasa Aceh) memiliki arti sukses dan mantap. Bukan tanpa alasan, kalimat Aceh Timur Bereh yang sering diucapkan merujuk kepada keberhasilan pembangunan Kabupaten Aceh Timur pasca mengalami pemekaran dari Kota Langsa.
Stemian yang hadir di acara pertemuan tadi secara spontan menunjuk saya menjadi Ketua Panitia Pelaksana Steemit Bereh yang dijadwalkan akan digelar (kalau tidak ada halangan) pada 24 Februari 2018. Sebenarnya saya tidak terlalu ambil pusing dengan penunjukan tersebut, toh kegiatan yang akan kami sukseskan ini merupakan sebuah kewajiban demi KSI Chapter Aceh Timur. Tapi, waktu saya yang lebih banyak tersita di Kutaradja (Banda Aceh) membuat saya ragu bisa bekerja dan mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal. Tapi, saya yang tidak memberi penolakan saat ditunjuk, membuat saya harus optimis terhadap tugas yang diberikan.
Wajah serius . Hehehe. Foto by:
Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, saya juga meminta doa dan dukungan dari rekan-rekan sekalian terutama kurator dan
untuk terus membimbing dan memberikan arahan kepada KSI Chapter Aceh Timur terutama untuk menyukseskan penyelenggaraan Steemit Bereh KSI Chapter Aceh Timur nanti.