Selama dua hari, 28-29 Desember 2017, pemuda dari berbagai komunitas, berduyun-duyun datang ke Komunitas , mereka memungut sampah-sampah bukan untuk di buang, melainkan digubah menjadi karya-karya seni, setelah selesai hasil karya di pajang dalam ruang-ruang pamer Bivak Emperom, kediaman
, menariknya pameran dibuka untuk umum.
Pembukaan eksibisi digelar pada Senin, 1 Januari 2018 pukul 16.20 WIB, sampai Rabu 3 Januari 2018. Kabar baiknya pembukaan pameran bakal di hibur oleh musisi yang juga stemian, dan
akan menggeber akustik dengan lagu favorit masing-masing, serta pemutaran film 1880 Mdpl karya sineas Aceh Documentary.
ARTrash Project merupakan buah kerja Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) dengan Komunitas Kanot Bu bertajuk "Lat Batat Kayèe Batè."
Sumbangsih menarik untuk menutup 2017 sekalian membuka 2018 dengan melihat seni dari sudut pandang penggunaan sampah. Melalui ARTrash Project sampah tidak hanya sekedar benda layak buang dan jadi umpan api, melainkan punya perspektif untuk mengubah menjadi sumber daya dan seni.
Semoga menjadi awal kegembiraan menghidupkan karya-karya seni rupa di Aceh yang tidak hanya dikenal dengan seni musik dan tari yang rancak, tapi juga karya-karya rupa elok dan sarat makna. Berkarya seni sama saja menghidupkan kinerja otak agar tidak hanya diam saja. Juga menjadi tantangan untuk merawat ide penciptaan dari medium yang berbeda, saya kira.