Malam ini terasa seperti biasanya. Menahan rindu, menggantungkan harapan diantara bintang-bintang. Tidak ada hal yang dapat kulakukan selain menghubungimu, menanyakan kabarmu dan mengingatkanmu dalam kebaikan. Aku tahu kau juga merasakan hal yang sama. Jangan pernah bosan untuk bermunajat, karena aku belum mampu berada di sampingmu setiap malam—masih ada jarak yang terbentang diantara kita. Kau harus paham, cinta. Setiap manusia diberi ujian dan kesempatan. Segala sesuatu yang berharga pasti sulit didapatkan. Bagiku, kau adalah sosok yang berharga itu. Tidak pantas mendapatkanmu hanya dengan kata-kata cinta. Aku telah mengambil kesempatan ini, oleh karena itu aku juga harus melewatinya hingga akhir. Aku harus lebih giat bekerja, mempersiapkan diri untuk menjadi teman malammu nanti.
Aku selalu memikirkan tentangmu—tentang apa yang sedang kau lakukan saat ini juga tentang bagaimana kondisi hatimu saat ini. Ketahuilah, banyak hal yang menghambat kita ketika jarak terbentang. Akan ada asumsi-asumsi yang menghantui, dan juga sesak tak terkendali. Sewaktu-waktu engkau pasti akan menemukan saat dimana aku hilang tanpa kabar. Mungkin juga sebaliknya. Bisa saja sewaktu-waktu ponselku mati, aku sibuk mengurusi pekerjaan sehingga aku tidak dapat dihubungi. Tidak mudah memang menahan rindu dan sesak ketika mereka menyerang. Jika percaya tidak ada lagi dihatimu maka, semua akan sirna. Kita merupakan dua orang yang berbeda—bertemu tanpa sengaja. Apalagi yang membuat kita bertahan jika bukan karena cinta? Itulah mengapa ketika jauh kita harus saling percaya, saling menjaga. Pejamkan matamu dan rasakan. Meskipun tidak di sampingmu, aku kan selalu ada di hatimu.
Kita bukanlah pasangan yang selalu menghabiskan waktu berdua—bermalam minggu, melakukan panggilan video ataupun menghabiskan waktu makan siang bersama. Kita merupakan pasangan kekasih yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kau sibuk dengan pendidikanmu dan aku sibuk dengan pekerjaanku. Apakah aku menyesal menautkan hatiku padamu? Tidak sama sekali. Justru semua ini akan melatih kita memantapkan diri. Maafkan aku mungkin saat ini belum mampu seperti kekasih teman-temanmu. Kemana-mana berdua, selalu memberi sesuatu yang mahal bahkan jalan-jalan berdua ke tempat romantis. Tak perlu iri dinda. Selama kamu masih mampu bersabar dan hatimu tidak berpaling suatu saat kita akan menjalani hal yang lebih indah dari itu. Percayalah, aku tidak akan kemana-mana. Aku akan datang menemuinya saat waktunya tiba.
Aceh, 15 September 2018