Sudah lebaran ketiga saja, masih standby dirumah menanti tamu. Beginilah ceritaku setiap lebaran. Lebaran 1-3 tidak boleh kemana-mana, mesti dirumah, karena semua kakak dan abang pulang kerumah, orang Aceh menyebutnya Rumoh Tuha. Setiap lebaran tiba, rumoh tuha selalu saja rame, kenapa? Karena disinilah tempat berkumpulnya sebuah keluarga besar.
Keluarga kami termasuk keluarga besar, bahkan bisa dikatakan sangat besar. Dari 8 bersaudara, 5 yang sudah berkeluarga, dan saya sudah mempunyai 18 ponakan, dan 3 ponakan yang sudah menikah, mereka sudah dianugerahi 5 orang anak. Jadi untuk saat ini, keluarga kami yang dikepalai oleh bapak A. Rahman Bin Ben Puteh(alm) berjumlah 30 orang. Nah bukan jumlah yang sedikit kan, bahkan jika mereka kompak semua waktu pulang dalam waktu yang sama, bisa-bisa tidak muat lagi ini rumah. Hehehe
Sebenarnya bukan itu yang ingin saya ceritakan, saya ingin bercerita tentang sebongkah berlian ini, pagi tadi, saya mulai bosan tidak tau mau ngapain, saya masuk kamar dan membuka lemari. Rencananya saya hendak merapikan baju, dan ingin mengecek baju-baju yang kira-kira sudah tidak cocok untuk saya kenakan lagi mau saya wariskan untuk adek perempuan saya yang masih SMP.
Tiba-tiba saya menemukan sebuah kotak berwarna biru, dan langsung saya buka, ternyata didalamnya ada sebuah kotak berwarna merah dan didalamnya adalah cincin bermata putih. Dan ingatan saya langsung kembali ke 6 tahun silam jaman saya masih SMA. Memory saya langsung memutar kembali kejadian kala itu. Ketika cincin itu dikasih oleh seseorang yang kala itu spesial dihati saya. Karena saya tidak berani memakainya, saya simpan didalam lemari paling bawah. Sehingga tidak seorangpun yang mengetahuinya.
Sebelumnya saya bahkan tidak pernah teringat lagi tentang kotak biru itu. Tiba-tiba hari ini saya menemukannya kembali. Anehnya lagi cincin ini masih saja bisa dipakai dijari saya. Hmm mau dikemanain coba?
Yang pasti saya tidak akan membuangnya begitu saja, sekecil apapun pemberian orang tetap berharga dimata saya, meski tidak ternilai harganya. Karena yang bernilai adalah bukan pada harganya, melainkan pada keikhlasan ia memberi.
Sekian cerita seputar lebaran saya, semoga hari-hari sahabat menyenangkan. Terimakasih telah berkunjung, membawa dan membaca postingan saya hari ini, semoga bermanfaat.🙏