Putraku, Bunda ini seorang perempuan. Dan ketahuilah, Nak. Bagi makhluk bernama perempuan, mengungkapkan perasaan tidak semudah memikat perasaan itu sendiri.
Dia lebih sanggup memendam rasa, menyembunyikan harapan, juga menimbun rindu daripada mengungkapkannya.
Sebab apa? Sebab kaum hawa itu diselimuti rasa malu yang begitu besar. Ia hanya sanggup mencurahkan isi jiwa ke atas kertas kosong, atau berbagi rasa dengan mimpi di sela malam.
Maka ketahuilah, Nak. Sungguh dzalim sekali jika kau pura-pura tak mengerti isyaratnya. Terlalu jahat jika kau biarkan hatinya melepuh sebab disengat terik penantian.
Sebagaimana khitbah adalah tanggung jawabmu. Maka menyudahi resahnya, juga adalah tugasmu. Adalah tanggung jawabmu!