Hai Sahabat Steemians,,,
Tadi pagi sambil jalan-jalan tanpa sengaja saya masuk ke Kebun jernang salah satu warga, yang kebetulan tidak begitu jauh dari rumah saya. Saya mencoba memanfaatkan kesempatan tersebut dengan meminta izin melihat-lihat seputaran kebun jernang miliknya sekaligus mengambil Foto, ternyata Bapak pemilik kebun jernang tidak keberatan. Tanpa menunggu lama saya lansung memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengabadikan banyak foto, mulai dari foto pembibitan hingga foto pohon jernang yang sudah beberapa kali panen.
Sambil mengambil Foto jernang miliknya. Saya berusaha mengorek informasi dan kiat sukses Bapak M. Nur (nama pemilik kebun) dalam mengelola kebun dan bibit jernang. Sehingga terjadi percakapan panjang lebar antara saya dengan Bapak M. Nur sebagai berikut:
Saya : Sudah berapa lama Bapak bertani Jernang?
M. Nur : Sejak masa DOM di Aceh, dua puluh tahun lebih.
Saya : Dari mana dasar bibit pohon jernang yang ada dikebun Pak M. Nur?
M. Nur : Saat masa DOM saya mencari tempat perlindungan ke pegunungan, kebetulan saya bertemu dengan pencari jernang, merekalah yang menganjurkan saya untuk mencari jernang.
Saya : Terus sampai ada kebun sendiri gimana ceritanya Pak M. Nur?
M. Nur : Dalam mengumpulkan Jernang saya berusaha mengumpulkan buah yang sudah matang untuk saya semai jadi bibit, sedangkan buah yang baru tumbuh dari bunganya saya jual. Seperti buah yang di pohon ini
Saya : Berarti semua ini hasil dari pengungsian Pak M. Nur kehutan ya?
M. Nur : Boleh dikatakan demikian, ini Rahmat Allah bagi saya.
Saya : Ini ada bibitnya Bapak yang semai juga?
M. Nur : Ia, ini bibit hasil panen dikebun sendiri, dan hasilnya sama tidak mengecewakan.
Saya : Apakah buahnya semua Bapak semai?
M. Nur : Tidak semuanya disemai, buahnya ada yang saya jual dan kadang saya tumbuk jadi tepung, karena kalau sudah berbentuk tepung harganya jutaan.
Saya : Luar biasa Pak, kalau benihnya berapa harga perbatang Pak?
M. Nur : Harganya bervariasi, ada yang Rp. 15.000,- sampai Rp. 50.000,- perbatang tergantung umur bibitnya.
Saya : Terimakasih waktunya Pak M. Nur.
M. Nur : Sama-sama. Kalau ada yang mau beli benih kabari saya.
Saya : Oke Pak, Insya Allah.
Setelah selesai wawancara dengan Pak M. Nur, saya meninggalkan kebun Jernang miliknya dengan rasa kagum yang luar biasa. Saya mendapatkan pengalaman yang luar biasa dari dari hasil pertemuan dengan beliau, tekad dan ketegarannya dalam menjalani hidup adalah pelajaran berharga bagi saya, semoga dalam menjalani hidup kita tidak terlalu jumawa dengan apa yang sudah diberikan oleh Allah, patuh dan ta'at kepada Allah adalah kuncinya.
Ini foto-foto bibit jernang yang ada dihalaman rumahnya
Bapak M. Nur sudah membuktikan bahwa Jernang adalah tanaman yang menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi Masyaraka. Tanaman Jernang miliknya bukan hasil pemberdayaan Pemerintah, namun saya sangat berharap Pemerintah baik Kabupaten maupun Provinsi mau memberdayakan Masyarakat dengan pertanian Jernang.
Buah Jernang disamping menjajnjikan ekonomi bagi pemiliknya, juga sangat bermanfaat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Jernang adalah getah yang di hasilkan dari buah tumbuhan jenis Rotan, khususnya dari marga daemonorops. Tumbuhan ini banyak di temukan di hutan-hutan indonesia, bahkan 80% yang ada di dunia berada di indonesia dan sebagian besar tumbuh di hutan sumatera.
Adapun alasan kenapa getah jernang memiliki daya jual yang sangat tinggi dikarenakan getah jernang memiliki aneka manfaat dan menjadi bahan baku beberapa industri skala besar, khususnya industri yang ada di luar negeri. Getah jernang di gunakan sebagai bahan baku campuran obat-obatan, pewarna porselen, pewarna marmer, pewarna kayu, bahan baku kosmetik seperti lipstik dan banyak lagi.
Sekian dulu tulisan saya, jika berkenan mohon Upvote, Resteem, dan komentar. Terhadap tulisan saya jika banyak kejanggalan harap dimaklumi.
Hi Friends of Steemians ,,,
This morning, I accidentally walked into the gardens of one of the residents, who happened not so far from my house. I tried to take advantage of the opportunity by asking permission to look around his vineyard as well as taking Photos, it turns out that the owner of the gardener does not mind. Without a long wait I immediately took advantage of the opportunity by capturing many photos, ranging from nursery photos to photos of jernang trees that have been several times the harvest.
While taking a Photo jernang hers. I try to extract the information and success tips M. M. Nur (the name of the owner of the garden) in managing the garden and seeds jernang. So there was a long conversation between me and Mr. M. Nur as follows:
Me: How long have you been farming Jernang?
M. Nur: Since the DOM period in Aceh, over twenty years.
Me: From where is the base of the existing tree seedlings planted by M. M. Nur?
M. Nur: During DOM time I sought shelter to the mountains, I happened to meet with seekers jernang, they are the ones who encourage me to look for jernang.
Me: Continue until there own gardens how is the story of M. M. Nur?
M. Nur: In collecting Jernang I try to collect ripe fruit for my seedling seedlings, while the new fruit grow from the flowers I sell. Like the fruit on this tree.
Me: Means all this results from evacuation Pak M. Nur forest ya?
M. Nur: It may be said that this is God's Grace for me.
Me: This is your seedling seeds, too?
M. Nur: It is this, the seeds of the crops own crops, and the results are equally disappointing.
Me: Is the fruit all Bapak seeds?
M. Nur: Not all sowing, the fruit there that I sell and sometimes I pound into flour, because if it is already in the form of flour cost millions.
Me: Unbelievable Sir, if the seeds how much the price of the stem sir?
M. Nur: The price varies, there is Rp. 15.000, - to Rp. 50.000, - stems depending on the age of the seedlings.
Me: Thank you for the time Mr. M. Nur.
M. Nur: Same. If anyone wants to buy my kabari seed.
Me: Okay sir, God willing.
After I finished my interview with Pak M. Nur, I left his Jernang garden with an amazing sense of awe. I get a great experience from the results of meeting with him, his determination and his steadfastness in life is a valuable lesson for me, hopefully in life we are not too jumawa with what has been given by God, obedience and obedience to Allah is the key.
This is the photographs of the naked seeds that are in the yard of his house
M. Nur has proved that Jernang is a promising plant for the economic growth of the people. His Jernang plant is not the result of the empowerment of the Government, but I really hope the Government both Regency and Province will empower the community with Jernang farming.
Fruit Jernang besides menjajnjikan economy for the owner, is also very useful as a medicine to cure various diseases. Jernang is the sap generated from the fruits of Rotan species, especially from the clan daemonorops. This plant is mostly found in the forests of Indonesia, even 80% of the world is in Indonesia and mostly grown in Sumatra forest.
The reason why sap jernang has a very high selling power due to sap jernang have various benefits and become the raw materials of several large-scale industries, especially industries that exist abroad. Gum jars are used as raw materials of medicinal mixtures, porcelain dyes, marble dyes, wood dyes, cosmetic raw materials such as lipstick and more.
So long ago my writing, if pleased please Upvote, Resteem, and comments. Against my writing if many irregularities please understand.
Regards
ASW and KSI