Menelisik mimpi menata masa depan.
Tidak selamanya kita hidup di masa lalu dan tidak selamanya juga kita menyesali kehidupan masa lalu. Pandangilah kedepan dan lihatlah ada mimpi yang belum terwujud, masih ada harapan tergantung dikejauhan sana serta masih ada keindahan di ujung sana. Tataplah kedepan karena disana ada cerita cerita indah, ada sayap sayap patah tergantung disana. Carilah dan tata masa depan yang baik untuk kehidupan yang baik.
Tafakur adalah pilihan memuhasabah diri...
Ya, inilah kunci ketenangan dalam hidup. Benar kata pepatah bahwa bahagia itu sederhana yaitu dengan terus meningkatkan kecintaan akan sang Pencipta. memuhasabah diri atau meng-intropeksi diri adalah kewajiban yang mesti dilaksanakan.
Bertafakur tentang apa yang telah kita berikan kepada Sang Khalik dan apa yang telah Sang Khalik berikan kepada kita. Lewat doa-doa yang kita panjatkan, yang telah Tuhan kabulkan dan masihkah kita mengabaikan-Nya? Merenung sejauh mana diri menjadi pribadi yang baik. Merenungi nasib yang berubah ataukah masih sama.
Bertafakurlah, merenunglah akan kehidupan apa yang akan didapat pada kehidupan kedua setelah kebangkitan! Jawaban apa yang telah kita sediakan kalau kelak Tuhan menanyakannya di Alam Kubur?. Jangan sampai kita menjadi manusia tamak yang yang tak pernah bersyukur, bertafakur bahkan bermuhasabah.
Masalah adalah kopi pahit yang lezat...
Sejauh perjalanan yang telah terlalui. Mungkin tanpa sadar ada beberapa hal yang telah kita temukan baik rintangan halangan dan beribu masalah. Ya itulah tangga menjadi lebih dewasa. Setiap titian tangga pernah berhenti karena kelelahan dan keputus asaan. Lihatlah kedepan. Setiap kehidupan adalah masalah. Pribadi masing-masing adalah problem solving. Masalah datang silih berganti dengan tema yang berbeda- beda. Tak selamanya kita berada diatas begitupun sebalik. Roda ini terus berputar. Tak salahnya disaat bertafakur, melihat kedepan sejauh mata memandang sambil menikmati kopi. Nikmatilah masalah itu seperti kopi. Serupan pertama memang pahit. Tapi sedikit demi sedikit akan terasa lezat dengan sendirinya. Aduklah kopi masalahmu dengan sedikit gula agar kepahitan bisa terasa manis. Buktinya dari kopi yang pahit tapi diburu oleh orang. Buatlah masalah bukan beban tapi sebagai semangat untuk merubah diri.
Sejauh mata memandang.
BerTafakur
Menelisik masa depan
Mengatur visi dan misi kemanakah arah tujuan mendatang ????
Semua masih misteri. Hiduplah seperti apa yang kau inginkan dan kemudian kembalikan kepada Sang Pencipta karena Dialah yang tau mana yang baik dan buruk untuk kita. Larutkan masalahmu, jangan biarkan masalah membebanimu. Karena hidup ibarat secangkir kopi. Minumlah rasakanlah dan nikmatilah. karena kebahagian yang hakiki ada diakhirat kelak.
Salam semangat semuanya....