Sebagian masyarakat Aceh khususnya yang tinggal di pedesaan masih menghunakan cara tradisional untuk memasak yaitu menggunakan kayu atau ranting kering yang didapatkan dari hutan. Memasak dengan cara ini memberikan rasa khas tersendiri bagi makanan atau nasi. Nasi atau makanan yang dimasak dengan cara ini memberikan aroma yang berbeda jika dibandingkan dengan makanan yang dimasak menggunakan gas atau listrik (modern).
Ketergantungan memasak seperti secara tradisional masih sangat akrab dengan kehidupan masyarakat Aceh. Apalagi masakan yang dipersiapkak dalam jumlah besar seperti makanan untuk acara perkawinan. Memasak dengan cara tradisional juga memiliki nilai sosial yang tinggi dikarenakan membutuhkan tenaga lebih dari satu orang untuk membuat dapur dan kelengkapan lain.