Dikala saya masih duduk dibangku sekolah menengah atas, saya mengagumi sosok pemuda yang piawai dalam berbicara, pemuda yang mampu menghipnotis ribuan massa saat ia berada diatas pentas layaknya singa panggung, hingga saya pun saat itu pernah bercita-cita dan bergumam dalam hati "semoga pada suatu saat nanti, saya tumbuh menjadi pemuda yang punya bakat/ keahlian bicara seperti orang itu". Sosok itu adalah Mahfuddin Ismail Spd.i, MAP (yang nampak memakai peci putih)
Kini alangkah beruntungnya saya dapat bersahabat dekat dirinya. Dia menelurkan banyak inspirasi pada kami, dan hampir setiap hari ngopi bareng mendiskusikan banyak hal, mulai dari isu pendidikan, budaya, agama, sosial dan politik serta hal-hal remeh yang menurut kami layak diperbincangkan..
Seorang pendekar sakti mandraguna tidak perlu membawa senjata apapun untuk bertarung. Di saat dia harus mengeluarkan kesaktian, ranting pun bisa menjadi pedang. Jika kehidupan ini laksana arena kependekaran, seseorang tak perlu berbagai atribut untuk sekadar dianggap sakti. Dia hanya butuh sesuatu yang muncul dari dalam dirinya. Dia cukup tampil apa adanya.
Dalam sebuah kesempatan, saya melihatnya sebagai sosok yang berbeda. Saat diskusi sedang berlangsung, hampir semua orang yang hadir disana disapa dengan gelarnya. Ia justru menjadi dirinya sendiri, dan barangkali ingin dilihat secara orisinal dengan buah pikirannya sendiri tanpa embel-embel apapun. Padahal, diberbagai forum, saya amat sering menyaksikan banyak orang yang selalu memulai perkenalan dengan berbagai gelar berderet, setelah itu mengemukakan buah pikirannya yang ternyata tidak sementereng gelarnya
Tidak berlebihan jika saya harus menyampaikan sedikit tentang dirinya sebagai bentuk kekaguman saya pada kepribadiannya. rasanya tidak cukup laman ini untuk menguraikan panjang lebar tentang sosok seorang Mahfuddin Ismail yang saat ini mengemban amanah sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie sekaligus Pembina Atjeh Diamond Institute Kutaradja.
Banyak Prestasi yang ia toreh, siswa teladan dijamannya, mahasiswa dengan lulusan predikat terbaik, aktivis yang disegani, organisatoris yang mampuni, politikus yang piawai/vokal, serta banyak lagi kehebatan yang tak habis kita sebutkan. kiprahnya yang dikenal begitu aktif diberbagai organisasi, ia mencapai banyak hal di usia yang terbilang masih sangat muda. Pencapaian itu tak sedikitpun membuatnya jumawa. Ia tampil ramah, humoris, sederhana, rendah hati dan berjiwa sosial.
Herannya, Ia tak pernah mengakui kami sebagai murid ataupun juniornya. Kami tetap diperlakukan layaknya sebagai seorang sahabat. Ya, tetap sebagai sahabat. ketika kami memanggilnya dengan sebutan rasa hormat atau memperlakukan layaknya seorang senior, beliau justru merasa risih. Dan sepertinya beliau memang tidak butuh lagi yang namanya pengakuan, bahkan ia berujar "bukankah Abu Bakar As-Siddiq itu mertua nya Nabi, bukankah Ali bin Abi Thalib itu menantunya Nabi, namun coba pelajari, Nabi tetap bersahabat dengan mareka, dan tak ada yang namanya ala senioritas, tapi yang ada ialah nuansa persahabatan.
Diluar sana, banyak orang yang memuja dihadapan, tapi penuh cacian kala berlalu, ia justru sebaliknya, mengkritik kelemahan dihadapan dan mengapresiasi kelebihan serta dibanggakan kala berlalu. Jika orang-orang memperlihatkan emas dengan diamnya, ia justru menampakkan intan permata dikala bicara.
Dirinya bukan tipe eklusif yang hanya duduk santai di kursi empuk. Dia turun lapangan, bersahabat dengan banyak pemuda, lalu mengorganisir mereka ke dalam wadah bernama organisasi kepemudaan guna mempersiapkan kader. Dia melakukan transformasi pengetahuan dari banyak pengalamannya itu ke orang lain. Dia membumikan pengetahuan menjadi anugerah berharga bagi banyak orang lewat kerja-kerja pemberdayaan.
Saya sepenuhnya menyadari bahwa, tantangannya tidak mudah untuk menjadi seperti sosok dirinya. Pada sosok yang bersahaja dan selalu ingin tampil apa adanya itu, saya menyerap banyak pelajaran berharga.
Salam Kompak Komunitas Steemit Indonesia
Semoga Tali Silaturrahmi Ini Terajut Menjadi Sebuah Ikatan Persaudaraan Yang Saling Memberdayakan