Nama panggilku naki. Kelahiran di kota yang terkenal dengan peristiwa bertragedi pasca negeri ini memproklamasikan merdeka. Dan sekarang dikenal sebagai kota pahlawan. Ya Surabaya.
Naki bukan namaku sebenarnya. Itu hanya inisial dari sederet nama panjang. Panggilan sunyi dari hati kecil yang selalu mengajakku belajar. Belajar pada siapapun dan apapun. Dengan pencapaian kanvas bukan puas. Kanvas putih yang selalu memberikan kebebasan pada setiap kuas untuk melukiskan objek dan warna apa saja.
Begitu kiranya panggilan naki adalah bak kanvas penyedia diri kepada setiap siapapun yang bergaul, bersahabat dengan menilai dan memandang naki secara sangat bebas. Dengan harapan mengukuhkan tali persaudaraan kemanusianan. Saling belajar dan menghargai prinsip satu samalain yang relatif berbeda. Penilain baik sebagai bahan kewaspadaan diri bahwa diri ini sedang perproses, penilaian kritik sebagai bahan untuk berusaha lebih baik.