DEAR Sahabat Stemians Indonesia,
Saya melewatkan sesuatu yang penting untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu, seperti lazimnya anggota komunitas yang baru bergabung. Jadi, sebelum sangat terlambat, izinkan saya melakukannya sekarang.
Saya adalah seorang jurnalis. Sejak 1996, saya mulai menulis untuk media internal milik perusahaan pencairan gas alam PT Arun di Lhokseumawe, Aceh. Kemudian sekitar tahun 1998, setelah majalah TEMPO terbit kembali pascadibredel rezim orde baru, saya pun bergabung di dalamnya. Saya juga sempat menyambi sebagai kontributor The Jakarta Post dengan nama lain. Kemudian setelah keluar sebagai wartawan TEMPO, tahun 2003 akhir, saya bergabung dengan Metro TV hingga 2014.
Tahun 2015, saya punya pengalaman baru di luar tugas saya sebagai wartawan, yaitu bergabung sebagai relawan pada sebuah lembaga kemanusiaan global untuk penanganan etnis Rohingya di Integrated Community Shelter (ICS) Gampong Blang Adoe, Kuta Makmur, Aceh Utara.
Sekarang saya dipercaya untuk memimpin sebuah media siber. Artinya, sehari-hari saya kembali bergelut dengan informasi dan berita.
Jujur, saya sangat gembira bisa bergabung dalam komunitas Steemit Indonesia. Pengalaman, pertemanan dan suasana baru ini sungguh memberikan sesuatu yang belum pernah saya jalani sebelumnya. Membangun jaringan sembari menulis bersama.
Terima kasih untuk sahabat saya yang telah mengajak saya bergabung dalam komunitas besar ini. Terima kasih juga kepada
dan
atas dukungan dan bimbingannya. Untuk dua pendahulu saya,
dan
terima kasih juga sudah “menyesatkan”
sehingga Ia kemudian menarik lengan saya untuk bahagia bersama dalam komunitas ini.
Insya Allah, di sini kita akan saling belajar, saling mendukung untuk tumbuh dan berkembang bersama-sama.
Salam kebersamaan.
DEAR Friends of Stemians Indonesia,
I missed something important to introduce myself first, just like the members of the new community joined in. So, before it's too late, let me do it now.
I am a journalist. Since 1996, I started writing for the internal media of PT Arun natural gas liquefaction company in Lhokseumawe, Aceh. Then sometime in 1998, after TEMPO magazine came back after the new order regime, I joined in it. I also had time to menyambi as contributor The Jakarta Post with another name. Then after coming out as a TEMPO reporter, in late 2003, I joined Metro TV until 2014.
In 2015, I have a new experience beyond my duty as a journalist, joining as a volunteer to a global humanitarian agency for the handling of ethnic Rohingya in Integrated Community Shelter (ICS) Gampong Blang Adoe, Kuta Makmur, North Aceh.
Now I am trusted to lead a cyber media. That is, everyday I come back to wrestle with information and news.
Honestly, I am very excited to join the Steemit Indonesia community. This experience, friendship and new atmosphere really provide something I have never experienced before. Build networks while writing together.
Thanks for my friend who has invited me to join this great community. Thanks also to
and
for their support and guidance. For two of my predecessors,
and
thanks also for "misleading"
so He then pulls my arms to be happy together in this community.
Insha Allah, here we will learn from each other, support each other to grow and develop together.
Greetings togetherness.