Haloo…. Nama Saya Muazz Alina. Umur saya 25 tahun, dan saya berasal dari kabupaten Bireuen, Aceh. Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Seorang ayah, yang merupakan seorang pegawai pemerintah, dan Ibu yang kesehariannya di rumah sebagai ibu rumah tangga.
Hidup saya sederhana, jauh dari kesan mewah. Lulusan universitas swasta, dan saya menjalani hari-hari dengan menjabat sebagai guru honorer di sebuah sekolah negeri, Kabupaten Peusangan Selatan. Selain menunaikan tugas paling mulia, yaitu guru, saya juga menjalani hari-hari dengan membuat kue basah untuk warung kopi. Hanya untuk menambah jajan, dan mengisi waktu luang.
Oke… selanjutnya steemit. Pada suatu hari, ada bapak-bapak bertanya, “punya akun BF”. “Iya, saya punya”. “Apa kamu sering apdate status?” “Iya, saya sering”. “Apa yang kamu dapatkan dari itu”. “Saya dapat like dan coment”. “Cuma itu??” “Iya pak…” “Pernah dengan steemit??” “Apaan sih steemit itu??”. “Bla bla bla bla bla bla bla” penjelasan dari bapak
Dari percakapan di atas, ada yang tau apa yang mau di utarakan si bapak tadi?? UANG. Iya, uang. “Kamu bisa dapat uang dari like dan coment itu loh”. Oohh tidak… bagaimana bisa..!!! Caranya…??? memang selama ini, saya suka berkoar-koar buat status, dan cuma dapat like sama coment aja. Eh, gak taunya bisa di uangkan (walaupun caranya susah-susah gampang sih)
Berkat informasi si Bapak, dan tergiur rasa haus akan uang (hahaha….) saya dan teman saya berencana membuka akun steemit. Daftar, ini, itu, dengan segala keruwetannya. Berharap bisa langsung login, menunggu sampai sore, buka tutup email, berharap ada email notifikasi dari steemit, dan ternyyyyaaatttaaaaaa…… tidak ada sodara2 (hahaha…. Gituh, kalo kaga bisa bahasa inggris). Heloo…. Notifikasi baru masuk kalo udah 1x24 jam, emang iya kita ga pulang-pulang dari warung orang. Gak banget kan… Teringat sama Bapak, kok bapak gak bilang ya, harus nunggu…
Pulang, menunggu lagi. Sampai pada suatu hari, cek email dan jeeng.. jeenngg.. jeeenggg….. ada email baru. Langsung cek, bukan akun, dan ternyata… Bahasa inggris semua bookkkkkk…. Semangat 45 jadi 20. Apa, bagaimana, seperti apa menggunakannya, I don’t know (iiiiyyyaah, bisanya cuman ini).
Selanjutnya, dengan kemalasan yang datang melanda, saya menunda memakai steemit. Sampai pada suatu hari, kabar burung mengatakan, steemit sudah ada dalam format bahasa indonesianya. Semangat saya kembali lagi, saya mengambil langkah besar untuk belajar. Bagaimana menggunakan steemit dengan benar. Mampu memberikan informasi yang baik dan berguna bagi pembaca sekalian. Berangkat dari niat cari uang, berubah menjadi cari ilmu. Toh uang juga bisa datang dengan sendirinya kalau kita mau berusaha dengan gigih. Kata orang sih “kalau sudah rezeki takkan kemana”.
Sebagai pendatang baru, mohon bimbingannya ya…
Jangan lupa follo me… (_)