Halo, Steemian!
Pertama kali mendengar Steemit, hal yang ada di pikiranku adalah mesin uap. Di pikiran yang listening bahasa Inggris-nya masih sederhana ini, Steemit terdengar seperti steam it. Jadilah nyambung ke steampunk, salah satu genre sains fiksi yang menampilkan era mesin uap.
Dan, ternyata Steemit adalah wadah baru untuk berbagi informasi dan di sinilah aku sekarang.
Perkenalkan. Namaku Afifah Mazaya. Aku bisa dipanggil Fifah, tapi entah kenapa orang-orang lebih suka memanggil Afifah. Padahal 'kan lebih panjang, ya? Tapi, nggak apa, sih. Kebaikan memang baiknya nggak perlu disingkat-singkat, kan? ceritanya lagi benar
Aku lahir di Bogor dan sampai sekarang masih tinggal di Bogor. Pernah, sih, mencicipi kota-kota lain, tapi takdir membawaku kembali ke Bogor.
Sejak kelas 2 SD, aku suka menulis. Kesukaanku itu berawal dari ketidaksengajaan. Ditinggal seorang diri di rumah, bosan, lalu menemukan secarik kertas HVS kosong. Tiba-tiba saja, kertas itu sudah penuh sebuah cerita fiksi. Cerita tentang apa? Aku pun lupa. Hanya saja, dari situ, aku merasakan ada energi berbeda dari menulis. Dari sanalah awal kesukaanku pada dunia ini.
Sewaktu masih sekolah, aku lebih suka menulis fiksi. Walaupun, yaaa, tulisanku masih terpendam sebatas di sekolah saja. Sempat satu kali ketika kuliah, aku ikut antologi kisah inspiratif cerpen keroyokan. Tapi, sekarang aku sama sekali lupa aku menulis tentang apa karena berkasnya hilang. Huehe.
Melepas masa sekolah seperti menemukan dunia baru. Sekarang, aku lebih suka menulis nonfiksi. Dunia nyata tampak lebih memesona untuk ditulis bagiku. Aku ingin membagikan tentang dunia ini dengan lugas selugas-lugasnya.
Aku masih menyukai fiksi, tentu saja. Bacaanku pun masih didominasi fiksi. Hanya saja, aku ingin lebih banyak belajar tentang nonfiksi.
Aku mempunyai dua blog: https://afifahmazaya.com, tempatku membagikan hal-hal yang aku lihat, aku dengar, aku rasakan; dan https://theladybooks.com, tempat berbagi dunia buku.
Aku mencintai buku dengan sangat. Buku adalah teman, buku adalah tempat bertualang. Walaupun begitu banyak media untuk membaca saat ini, membaca buku memberikan sensasi berbeda. Dan karena kecintaanku pada buku, aku ingin semakin banyak orang di negeri ini yang membaca buku. Maka, sejak beberapa bulan lalu, aku memutuskan salah satu akun Instagramku, http://instagram.com/afifahmazaya berfokus pada buku. Dan, makanan, sih. Realistis saja aku, sih. Kan manusia hidup butuh makanan. Hahaha.
Sebagai orang yang besar di era media sosial, tentu ada keinginan membagikan keseharian di media sosial. Karena itu, selain akun Instagram tentang buku, aku pun membuat Instagram untuk menampung cerita perjalanan dan opini seputar hal-hal random di http://instagram.com/amjurnal.
Aku rasa cukup sekian perkenalan ini. Bukankah lebih baik mengenal seseorang dari tulisannya daripada dari apa yang dia ceritakan tentang dirinya sendiri? Karena, ketika menulis, ada proses panjang pengolahan data di otak yang harus dilalui hingga menjadi suatu output. Well, itu opiniku, sih. Aku juga nggak keberatan mengenal seseorang dari ceritanya sendiri, sih. Apa lagi kalau bisa membandingkan dengan tulisannya. Hehe.
Jadi, sekali lagi, salam kenal!