Sejak 1 Oktober 2017 saya sudah memiliki akun Steemit. Tapi hingga hari ini sudah sekian banyak postingan yang mengudara, saya lupa memperkenalkan diri. Padahal para Steemian setelah punya akun Steemit, mereka memperkenalkan diri terlebih dulu. Maafkan saya.
Baiklah, langsung saja saya memperkenalkan diri. Meski sudah terlambat. Dari pada tidak sama sekali.
Saya Hafeez. Saat ini berdomisili di Banda Aceh dengan status perantau pengangguran. Berasal dari kabupaten penghasil pala, Aceh Selatan. Sejak 2006 saat menginjak usia baligh, saya sudah merantau ke Banda Aceh hingga sekarang.
Beberapa jenis pekerjaan telah saya lakoni. Bermula dari seorang pengajar dengan honor 9 ribu rupiah per jam, hingga terakhir kalinya bekerja sebagai penulis rilis sekaligus juru kamera Walikota Banda Aceh. Saat ini masih menganggur.
Mengenai perkenalan dengan Steemit, saya mulai mengetahuinya pada pertengahan 2017 dari status salah seorang teman Facebook. Namun belum membuat akun saat itu, karena belum tahu banyak tentang itu. Baru pada bulan November 2017 saya mulai membuat akun atas dorongan . Tapi setelah itu, hanya ada satu postingan yang saya buat, lalu vakum.
Baru pada Januari 2018 mulai aktif mengisi postingan di Steemit setelah mengikuti#MeetUp Happiness Komunitas Steemit Indonesia (@KSI) Chapter Banda Aceh . Di situ berkumpul semua para Steemian Aceh, banyak motivasi dan dorongan untuk terus menulis yang saya dapat di situ.
Namun semangat menulis saya masih sulit konsisten, bagai badai yang datang lalu pergi. Mudah-mudahan dengan dorongan semangat dari kawan-kawan Steemian lainnya saya bisa terus konsisten menulis.
Begitu perkenalan yang singkat dan terlambat ini. Selain motivasi untuk terus menulis, mudah-mudahan Steemit dapat menjadi salah satu media perekat silaturrahim dan persaudaraan kita. Amiin.