Para steemian semuanya yang saya banggakan. Mulai hari ini saya memutuskan menjadi steemian. Sebenarnya steemit itu telah mengganggu saya. Ketika orang lain sudah memilikinya bahkan orang serumah dengan saya, hanya saya yang belum punya akun. Itu sangat terganggu.
Saya perkenalkan, namaku Hayfana. Aku seorang ibu rumah tangga yang bahagia dan bercita-cita masuk surga. Aku memiliki seorang putri bernama Annisa Hayfa. Kini dia baru berusia 15 bulan.
Kami tinggal di pinggiran Kota Banda Aceh (Aceh Besar), Aceh, Indonesia. Walaupun saya seorang ibu rumah tangga, saya lulusan sarjana di sebuah perguruan tinggi Islam. Seorang ibu harus berpendidikan tinggi agar mampu mendidik generasi dengan baik.
Saya mengenal Steemit melalui suami saya . Awalnya saya tak begitu tertarik, bahkan sempat kesal kepadanya gara-gara hampir setiap hari pembahasannya tentang Steemit. Saya heran, ia terlihat sangat bersemangat membahasnya, sedangkan saya tak mengerti apa-apa.
Bahkan aku sempat cemburu sama Steemit. seperti menduakan saya. Perhatiannya tidak lagi tunggal buat saya tetapi Steemit seperti istri keduanya. Kemudian aku terpikirkan, aku harus buat juga Steemit untuk menjawab kepenasarananku tadi.
Saya mencoba membujuk untuk membuat akun untukku. Dia menolak. “Ah, ngapain adik membuat Steemit?” tanyanya. “nanti kamu malah lupa denganku!” sambungnya.
Nah, kan! Rupanya dia juga tak ingin aku sibuk dengan Steemit. Tapi itu hanya sebagai guyonan semata. Sesungguhnya suamiku itu suka aku punya akun Steemit, sehingga pembicaraan dia tentang Steemit sudah sedikit nyambung.
Jujur saya sangat bahagia ketika dikomfirmasi password. Kini aku sudah menjadi Steemian seperti . Saya punya banyak hal yang baik untuk saya bagikan di sini. Walaupun saya belum bisa menulis dengan baik, setidaknya saya punya keinginan.
Ohya, satu lagi, walaupun saya bukan penulis yang baik, tapi saya adalah editor yang baik. Buktinya setiap kali suamiku membuat tulisan yang serius untuk dikirim ke media massa, atau mengikuti lomba, aku selalu menjadi editor terhadap tulisan-tulisan tersebut. Tulisannya hampir semua diterbitkan di media massa.
Aku repetin ketika ada kesalahan ketik dalam tulisannya. Kekurangannya cuma satu dalam menulis. Tidak ingin membaca berulang-ulang setelah menuangkan ide. Tapi akulah pelengkap baginya. kitalah penutup kekurangan pasangan kita.
Hanya itu saja sedikit perkenalan saya di platform ini. Semoga saya mendapat bimbingan dari para abang-abang dan kakak-kakak yang sudah berpengalaman di sini. Semoga saya bisa membagikan waktu untuk mengisi konten-konten yang postifi di sini.
Terakhir saya ingin sampaikan, bahwa adalah gabungan dari tiga nama yaitu Hayat, Lena, dan putri kami bernama Annisa Hayfa. []