Ijinkan saya untuk memperkenalkan diri saya. Nama saya Muhammad Nur, biasa dipanggil M Noor. Saya sehari hari melakukan aktifitas di kampus sebagai tenaga pengajar disamping bekerja sebagai pendamping sosial di kampung halaman. Disamping itu saya senang pergi ke kebun sebagai aktifitas refreshing dihari hari tertentu. Dikampus saya mengajarkan sejarah sebagai bidang studi saya.
Pertama tama, salam tazim saya sampaikam untuk warga steemits sebagai langkah awal dalam mengenalkan diri saya ini, ijinkan saya menyampaikan sedikit cerita motivasi, barangkai ini yang dapat saya curitakan sebagai pengalaman hidup. Curhat ini barangkali dapat bermamafaat bagi sahabat dan handal taulan yang sedang merencanakan studi lanjutan.
Tiga tahun yang lalu, saya menamatkan Pendidikan Magister Sejarah di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Saya memutuskan pergi sekolah dengan modal nekat dengan bekal uang seadanya. Selama disana saya tidak pernah pulang sampai prosesi wisuda selesai pada akhir tahun 2014.
Sebagai mahasisiwa, saya punya alasan kuat untuk tidak pulang kala itu. Pertama saya tidak punya uang karena tidak ada sokongan finansial, kedua saya punya tekat kuat dalam menyelesaikan pendidikan magister sebelum usia 28 tahun. Modal nekat ini dikuatkan lagi dengan dorongan dosen kala itu.
Singkatnya ketika Ibu saya menghantarkan saya ke bandara Sultan Iskandar Muda, disitu saya mohon ijin untuk sekali lagi, saya tidak pulang dulu sebelum selesai, Insya Allah targetnya setahun delapan bulan. Kata kata ini saya sampaikan menjelang keberangkatan, saya tidak tau bagaimana perasaan Ibu saya ketika mendegarkannya, dan saya nyakin beliau ridha dengan putusan saya waktu itu, yang beliau tau adalah saya anaknya yang tidak pernah pergi jauh dengan uang seadanya.
Lanjut lagi sambil lompat biar ceritanya cepat selesai, di dalam pesawat saya mulai kebingungan harus menelepon siapa untuk mengarahkan saya pergi ke Solo karena saya belum pernah pergi kesana, saya turun di Bandara Adisucipto, Jogjakarta berkat arahan dari buk Nina Suriana sebelumnya di Aceh. Beliau punya seorang teman di Jogja, namanya Bang syahrol, anak Sabang. Bang Syahrol kuliah di sekolah penerbangan Di Jogjakarta. Saya belum mengenal beliau ini waktu itu, karena arahan dari buk Nina saya ikuti saja. Sesampai di bandara kami saling mencari dan alhamdulillah, Tuhan mempertemukan kami di tanah Jogja. Sekarang kami sudah lama sekali tidak berkomunikasi, saya dengar kabar beliau sudah bekerja di bandara. Syukur Alhamdillah. Saya doakan semoga semakin sukses . Bang Syahrol adalah orang pertama yang membuka jalan menuju Solo. Baik Jogja maupun Solo, kedua kota ini bagi saya sangatlah asing, sebelumnya saya tidak pernah terlintas dalam ingatan untuk bisa datang kesini. Apalagi untuk bertahan hidup, mustahil rasanya. Disini saya mengambil hikmah hidup, sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan tiba tiba sering dihadapkan dengan pilihan hidup dan begitu juga sebaliknya.
Terkait steemits, saya mendapatkan masukan dari sahabat karib saya, Bung Arief Maulana, Redpel Pikiran Merdeka. Beliau menyarankan saya untuk menuangkan ide ide kecil dalam bentuk tulisan ringan, saya belum berani menyebutnya tulisan karena sama sekali saya tidak punya kemampuan menulis, kepada tuan guru bung Arief Maulana, bang A Rahman Risman, bang Boy Naruddin Agoos, bang Murdhani saya mohon arahan dan bimbingannya dalam belajar menulis. Diluar itu semua saya mengikuti tulisan para penulis lainnya atas masukan Bang Arif dan Bung Alhadi Habibie juga seperti tulisan tulisan di Tirto. Dan sebagai penutup rasa ucapan terimakasih saya ucapkan Kepada Bang Usman Lamreung sebagai senior spriritual dalam mendidik saya.