Selamat sore para sahabat steemian..
Berbicara kejujuran saat ini adalah sesuatu yang sulit, namun belajar jujur juga harus diapresiasi sebagai sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.
Jujur saya terlambat dalam berkenalan.. Jujur saya terlambat mengetahui bahwa memperkenalkan diri itu adalah sesuatu yang penting dalam dunia steemit ini. Maka izinkan saya memperkenalkan diri saya kepada seluruh sahabat-sahabat steemians semua dimana pun anda berada.
Nama saya adalah Yusran Zamzami, Lahir di Aceh Jaya dari pasangan suami istri yang kemudian disebut Ayah dan Ibu. Meski hanya berbekal ijazah SMA namun Tuhan memberikan jalan kepada saya untuk dapat mengabdi kepada Pertiwi dengan bekerja di sebagai Pegawai Kontrak di Mahkamah Syar'iyah Calang sejak tahun 2005. Selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Sehari-hari selain bertugas di Mahkamah Syar'iyah Calang, saya juga mempunyai kesibukan lain seperti bertani dan menjadi nelayan paruh waktu bersama bapak yang punya hobby memancing ikan. Apa saja dipancing sama beliau, kecuali kapal nelayan yang sedang lewat karena itu memancing kerusuhan. Ikan tak didapat, bogem yang kena.
Perkenalan saya dengan dunia steemit ini tidak terlepas dari cuap-cuap dan ekspos besar2an dari kawan-kawan saya sekaligus suhu2 lokal ,
,
,
dan yang memberi masukan tentang ide dan wacana pastingan saya Mr.
.
Rasa Penasaran saya makin bertambah setelah mengetahui bahwa menjadi trending di kantor kami dengan postingan pertama yang memecah langit-langit trending di kantor kami. Sekali lagi, tidak ada KATA TERLAMBAT untuk BELAJAR kepada orang yang masih muda.
Jujur...bahwa saya sangat setuju dan sepakat bahwa SESUATU YANG DIMULAI DENGAN BAIK PASTI AKAN MENDAPATKAN SESUATU YANG BAIK PULA. Apakah saya terlambat ?? TIDAK..!! karena yang saya ketahui TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK SESUATU YANG BAIK.
Pada dasarnya bagi saya, steemit adalah konsep silaturrahmi dunia maya atau dunia digital sebagai perluasan konsep silaturrahmi manual. Semoga dunia ini kita bisa saling berbagi, saling membantu dan saling membangun. Terpenting adalah bahwa saya sangat mengharapkan saran dan kritikan yang membangun sisi potensi saya yang lain.
Biarpun hanya lulusan SMA namun semangat perubahan saya melebihi dari Presiden yang membangun bangsa.