Wadapp steemians, sebait sajak perkenalan dari sang pangeran tanpa mahkota yang sedang menikmati senja diatas singgasana yang selalu dikawal oleh bait dan rima. Angkuh memang sudah jadi seniku bicara saat rendah hati dijadikan alas berpijak tak berharga.
Apa arti berbaris-baris kata untuk mengurai identitas? Satu dua kali mungkin namaku akan terlintas, tapi apalah arti setetes embun di lautan yang luas.
Namaku Muhammad Khaliq Nasution bergerak maju pantang mundur seperti pion namun tak mengabdi kepada raja karna akulah Pemeran Utamanya. Lahir dikota santai yang dibalut ombak dan ditaburi pasir pantai dan terasa sangat nyaman saat detik-detik lilin ciptaan tuhan tenggelam bersama harapan menanti akan terbitnya esok hari, jika kau tak tahu Sabang itu sudah keterlaluan.
Bagiku menulis merupakan pelampiasan perasaan yang terabaikan, ucapan yang tidak ingin didengar bahkan teriakan kebahagian yang tak bisa diungkapkan. Jadi maaf jika aku menulis sajak yang tidak ingin kalian dengar, dari awal ini hanya sekedar perkenalan jika tak suka cukup abaikan.
Sebuah formalitas sudah aku lakukan, diwakili sajak kita resmi berkenalan. Jika ada yang membuat penasaran silahkan tanyakan, aku terbuka untuk bertukar pikiran.