1. Allah Mencintai Witir
Hal di atas diperkuat oleh sebuah hadist. Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Allah adalah witir (ganjil), dan mencintai witir. (HR. Abu Dawud).
Dari hadist di atas dapat sama-sama kita ambil kesimpulan yang bahwa shalat witir itu memiliki keagungan yang sangat besar, sehingga Rasulullah tidak pernah meninggalkannya karena Allah sangat mencintai hal tersebut.
1. Menyempurnakan Shalat Malam
Menurut sejarah mengatakan Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan dua shalat walau pun beliau dalam keadaan shafar atau berpergian yaitu shalat witir dan shalat fajar (sebelum subuh). Rasulullah menganjurkan kepada kita jika seandainya kita yakin tidak bisa bangun di tengah malam atau sepertiga malam, maka boleh bagi kita untuk melakukan shalat witir di awal malam yaitu sesudah shlat isya. Namun jika sesrorang yakin bisa bangun di tengah malam atau sepertiga malam, maka lebih utama baginya melakukan shalat witir di akhir malam, sesudah shalat Tahajjud dan sebelum shalat fajar diwaktu subuh datang.
3. Waktu yang Sangat Dekat dengan Allah
Rasulullah merupakan manusia yang paling mulia di muka bumi ini dan sudah ada jaminan untuk masuk surga, walau pun demikian beliau selalu berusaha mendekatkan dirinya kepada Allah dan mencari keridhaan-Nya. Itulah mengapa beliau disebut dengan Uswatun Hasanah, yang artinya sebail-bail teladan bagi umat muslim.
Shalat witir yang dilakukan di malam hari, yaitu sesudah shalat isya dan sebelum shalat subuh merupakan waktu yang sangat tepat untuk berkomunikasi dengan Allah, apa lagi di sepertiga malam, itulah salah satu alasan mengapa Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat witir, karena beliau ingin membangun hubungan yang erat dengan Allah.
Itulah tiga alasan kenapa Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat witir, kiranya bermanfaat bagi pembaca sekalian. Wassalam dari Santri untuk Negeri.