Sebahagian orang ada yang Allah kurnia wajah indah dan tubuh yang elok.
Allah anugerahkan padanya harta sehingga dia tampil menawan.
Tapi ingatlah hakikat dirimu tidak terletak di penampilan belaka.
Banyak yang lebih rupawan darimu, banyak yang lebih kaya darimu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian” (HR Muslim 2564)
Hadits diatas, Imam Abu Hamid al Ghazali (wafat tahun 505 H.) berkata :
“Hadits ini menjelaskan bahawa hati adalah sasaran pandangan Allah. Sungguh menghairankan orang yang demikian (sangat) perhatian terhadap wajahnya yang (hanya) merupakan sasaran penilaian sesama manusia. Oleh kerana itu dia basuh wajahnya. Dia bersihkan dari segala macam noda dan kotoran. Dia hiasi wajahnya dengan berbagai penghias yang dia sediakan. Dia tidak ingin ada manusia yang menjumpai kekurangan pada wajahnya.”
Namun anehnya, kata beliau : Orang itu ternyata tidak memiliki perhatian terhadap hatinya yang merupakan sasaran pandangan Allah. Dia tidak membersihkan dan menghiasi hatinya agar Allah tidak melihat ada noda pada hatinya”
Seberapapun tingginya pangkat seorang presiden sekalipun mempunyai kekayaan tujuh bukit gunung emas mempunyai banyak keturunan jumlah besar (keluarga besar) dan berwajah cantik/tampan akan tetapi hatinya kotor maka semua tidak akan bermanfaat sedikitpun.
Oleh kerana itu hiasilah mata hati dengan zikirullah jagalah diri dari perbuatan maksiat berbuatlah baik adil pada sesama untuk melaksanakan perintah takwa dan menjauhi larangan Allah Subhanahu Wa Ta'ala menuju pada hakikat kemuliaan.
Kehormatan kebesaran dan kemuliaan hanya disisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala demikan tuhan Tidak memandang rupa tapi hati dan amal perbuatan.