Saat mata saling menjatuhkan pada hati yang terluka
Saat tangan saling berjauhan berusaha menjaga jarak
Saat bibir hanya bisa melengkungkan senyuman malu-malu
Dimana waktu menjaga pembicaraan yang renyah
Tertawa lepas, menceritakan hal yang lawas
“ini, untuk kamu”.
Jeda menaruh ku di perbatasan senja
“ambil” sekali lagi.
Untuk pertama kalinya tanganku mendarat di telapaknya
Di genggamnya erat harapan dan cinta yang baru
“simpan dan jaga baik-baik, aku titipkan padamu”.
Kini bukan lagi tertawa renyah seperti sebelumnya
Tapi pecahan kebahagiaan yang sedang menyerbuku
Seakan mereka berkata pilihlah dia, kau cocok dengannya, kau bisa bahagia dibuatnya
Sontak kau berikanku pelukan dari kisah ini
Bukan, bukan tentang kisah klasik tapi memang nyatanya seperti ini
“Terima kasih” ku ucapkan.
Di elusnya barang pemberian itu
Sungguh aku jatuh cinta lagi
Tak pandai aku berbohong sampai aku pun ikut merasakan getarannya
Getaran yang dibuat sendiri oleh hatinya
Dia pun sama, kembali merasakan jatuh cinta