, ada juga rekan kita mahasiswa yang pitok akalnya, ketika kernet kutip uang dimulai dari pintu belakang maka kawan tadi turun pintu depan baik ke belakang lagi. Terpaksa dia lakukan jangan kan untuk bayar robur Rp 50, ie bengek hana mupat, pedih perjuangan tapi sekarang mereka lebih sukses dan semoga tidak mengulang ke kecurangan yang itu. Terima kasih
telah membangkitkan memori kenangan 80 han. Semoga proses yang pahit dulu menjadi happy ending dalam kehidupan kita dan selalu mendapat barokah dari Allah SWT.
RE: Robur legendaris