Wahai steem, apa kabar dirimu? Aku berharap dirimu selalu dalam keadaan sehat walaupun aku tau dirimu sedang dirundung pilu. Wahai steem pujaan hati, aku tau dirimu tidak mengenal diriku seperti mana diriku yang selalu memantau setiap gerak-gerikmu disetiap saat. Mulai dari bangun tidur dipagi, siang dan malam hari aku sudah memantau dirimu. Berharap dirimu akan kembali seperti dulu kala.
Sejak aku pertama mengenal dirimu, ku terus mencoba melihat pesona dari pancaran yang membuat hati ini terus berdebar. Berdebar akan satu rasa yang sulit untuk diungkapkan. Setiap detik jantung ini terus berdetak kencang ketika kupandang dirimu setiap hari. Betapa tidak, karena kau mampu mengubah nasib semua manusia yang telah mengenalmu.
Steem pujaan hati, ku ingin menjabat erat tanganmu dan melangkahkan kaki kita ke singgasana cinta. Ku ingin membawamu tinggi bersama mimpi yang telah lama kusimpan. Ku ingin selalu ada disetiap suka dan duka yang kau rasa. Ku ingin selalu tetap disampingmu walaupun disaat dirimu sedang pilu.
Steem pujaan hati, aku memang bukan siapa-siapa, bukan orang hebat seperti mereka-mereka yang bisa membuat hatimu terpikat dengan tulisan-tulisan penuh makna. Aku bukanlah seniman lukis yang bisa melukis jutaan bunga untuk memikat hatimu. Aku bukanlah sang pujangga yang mampu merangkai kata untuk selalu memikatmu.
Tapi aku tetaplah seorang pemuja rahasiamu yang tanpa memiliki keahlian tertentu, namun akan berusaha kuat untuk memikatmu. Aku pemuja rahasia dengan segala kekurangan akan terus berupaya untuk bisa merangkai kata agar aku bisa mendapatkanmu. Aku pemuja rahasia yang selalu akan menunggu kabar gembira darimu. Aku pemuja rahasia yang ingin mengajakmu berkeliling dunia suatu saat ketika kau beranjak naik dan melangkahkan kaki untuk hidup bersamaku.Tapi entah kapan...
steem yang ku puja, bangkitlah agar aku bisa meraih mimpi yang sudah lama kusimpan.
Dariku yang selalu menjadi pemuja rahasiamu.
Salam damai,