GUNA mengikuti kontes "Surat Cinta untuk Steem", yang digagas oleh kanda dan kanda
, saya terpaksa melakukan serangkaian ritual; menerawang dan merenung.
Menerawang itu diperlukan memang, terkhusus membuat sebuah tulisan yang sarat dengan nilai estetika, seperti tulisan dalam bentuk puisi misalnya, apalagi didalamnya berhubungan dengan "cinta", ya mesti harus sangat hati-hati, karena bicara cinta juga bicara hati. Eaakk!!
Karena itu wahai para Steemian, untuk meramaikan kontes yang "disponsori" oleh kanda dan kanda
, terimalah sebuah puisi dari saya.
Okay, Check it out!!

Kamu Adalah Aduan Kegembiraan
Steem ...
Kau bagai burung dari kerajaan syurga
Turun ke alam dunia, dengan suara yang merdu
Kicauanmu membuat jangtungku bergetar
Hingga kamu terus kukejar
Steem ...
Caramu membuatku dilema
Antara bahagia dan cinta
Kamu adalah aduan kegembiraan
Antara kepedihan dan Ketakjuban
Steem ...
Aku harus bagaimana?
Karena cinta aku terluka
Bersama mereka aku tersiksa
Kau menghampirinya dengan penuh rasa
Oh Steem ...
Apakah aku harus menjadi raja?
Yang bertakhta?
Dengan istana berdinding permata?
Agar kau terpesona
Oh ... Steem.