Budaya minum kopi sudah melekat dan kental di kehidupan sehari-hari masyarakat aceh. Masyarakat aceh dalam keseharian tidak dapat dipisahkan dengan kopi, atau lebih tepatnya Warung Kopi
APA MAKNA KOPI BAGI MASYARAKAT ACEH????
Artinya kopi bagi masyarakat aceh sebenarnya tidak bisa diartikan dengan satu pengertian(abrar), karena menurut narasumber kopi bisa diartikan sebagai pendekatan, pertemanan, sahabat, cinta, ilmu, bisnis dan itu semua dilakukan dengan kopi (agak bingung ya sobat pembaca dengan penjelasannya). Karena penulis pun sebenarnya bingung !!! 😅
Menurut narasumber lain (ojan)~
Kopi itu adalah sebuah minuman yang dapat menyambung silaturrahmi, yang dapat menyambung tawa, canda, dan mendekatkan teman-teman baru.
Narasumber lain (fao)☝️kopi berkualitas ternilai dari aroma yang tersibak, begitu juga makna tersirat dari nuansa ngopi yang menjadi habbit masyarakat Aceh.
Menurut Fao solidaritas dapat terpupuk dimeja kopi, sharing knowledge, forum discussion, terkadang berasal dari kentalnya secangkir kopi panas. Lanjut teringat sebuah tulisan dari pecandu kopi senior, katanya setelah bertahun tahun merantau kenegeri seberang, sejak menyelesaikan pendidikannya difakultas teknik sebuah perguruan tinggi dikota Banda Aceh. Rasa rindu akan aroma secangkir Kopi Solong memanggilnya. Baru 3 teguk kopi dinikmati sayup-sayup dari sebelah timur datang seorang mendekati dan langsung memeluknya dan aku (fao red) langsung terkejut, ternyata dia adalah sahabat Ngopiku Tempoe DoeLoe diwarung dan meja yang sama. Kami bertemu kembali setelah 10 tahun menghilang tanpa kabar.
Dapat disimpulkan dari cerita diatas, ngopi mempertemukan aku dengan sahabatku.
Suasana ngopi senja hari di area Lhokseumawe, sp Buloh
Mohon Upvote dan Resteem ya sahabat pembaca, karena Suara sahabat adalah motivasi bagi penulis untuk terus berkarya dan berbagi.