Sedang viral istilah 10 Years Challenge, artinya memori 10 tahun lalu.
Akhirnya warga jagat maya sibuk membuka album lama, memeriksa foto-foto jadul, yang mengisahkan keadaan 10 tahun silam.
Setelah yakin telah mendapat foto yang dicari, dengan penuh bahagian ia melayangkan ke media sosial. Ntah itu di Facabook, Whatsaap, Istagram, dan lainnya. Kalau ada 20 medsos, tak tertutup kemungkinan di semua itu terpampang foto 10 tahun silam bersanding dengan foto 2019.
Tapi tidak sedikit dari mereka yang kecewa, sedih, merasa bersalah sebab tak menyimpan foto masa lalu. Andai ada satu saja foto 10 tahun lalu, ntah itu foto sedang tidak berhijab, atau cuma gunakan pakaian mini, bahkan foto sedang cebok pun bakal dijadikan pajangan di medsos. Sebagai pembanding keadaan 10 tahun lalu dengan masa kini, 2019.
Demi bisa ikutan seperti penduduk medsos lainnya, foto bodoh pun jadi. Jangankan foto bodoh, foto tampak aurat pun tak masalah. Asalkan bisa posting, dan tak ketinggalan seperti orang lain.
Ini sebuah tanda, sungguh mudah mempengaruhi manusia masa kini. Terlepas mereka paham atau tidak terhadap sebuah visi misi program. Yang jelas, sebagai manusia modern yang di tangannya ada androit, mereka tidak ingin melewatkan momen 10 Years Challange.
Ini lah ciri manusia zaman now, suka berlomba-lomba dalam hal tak penting. Ingin selalu tampil lebih cepat terhadap isu yang lagi buming. Ada yang buru-buru ingin posting peristiwa ajaib, ada yang ingin posting hal-hal unik. Intinya ingin tampil yang pertama dan cepat dalam menyebarkan informasi.
Sayangnya, yang dikabarkannya belum tentu benar dan baik.
Abu Teuming
Direktur K-Samara