Suatu bangsa dan pemudanya merupakan dua komponen penting yang tidak dapat dipisahkan. Mengapa? Karena pemuda adalah aset terbesar yang sangat strategis dalam membawa perubahan signifikan terhadap pembangunan bangsa. Pada tanggal 17 Agustus 1945, terwujudnya kemerdekaan Indonesia disebabkan peran besar pemuda saat itu seperti Adam Malik, B.M Diah, Chaerul Saleh, Wikana, dan sejumlah tokoh revolusioner lainnya dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa peran pemuda sangat berpengaruh dalam peradaban bangsa. Saat ini, era revolusi industri 4.0 merupakan sebuah tantangan terbesar yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lainnya diseluruh dunia. Perkembangan revolusi industri ini tidak dapat dihindari melainkan harus dihadapi demi pembangunan bangsa yang berdaya saing global dan kreatif. Lantas timbul pertanyaan, apakah generasi muda saat ini mampu berperan aktif dalam menghadapi era revolusi industri 4.0? Mengingat pidato Soekarno "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia." Pemuda! Tepat sekali sabda Rasulullah SAW “Pemuda itu adalah satu bagian dari gila”. Memang kegilaan itu sangat krusial, namun kegilaan ini sangat dibutuhkan untuk menoreh kembali sejarah yang sudah pudar. Kegilaan yang dimaksud dalam hal ini adalah hasrat tinggi pemuda dalam mencapai sesuatu yang ia cita-citakan, semangat dalam berinovasi, gigih dalam berkreasi, dan cinta akan kemajuan negeri. Di era revolusi industri 4.0, kemajuan teknologi juga berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari mudahnya masyarakat Indonesia dalam mengakses internet dan gencarnya kepemilikan smartphone. Berdasarkan hasil survei detik.com, tercatat sebanyak 91% pengguna smartphone di Indonesia didominasi oleh milenial. Hal ini akan menjadi sebuah potensi besar jika kegilaan pemuda dipadukan dengan penggunaan smartphone yang memiliki akses internet. Namun, seiring perkembangan zaman kemajuan teknologi juga menghambat pembangunan bangsa, karena semakin canggihnya teknologi maka akses kehidupan juga sangat fleksibel sehingga timbulnya sifat malas dalam diri masyarakat, baik
itu malas berkarya, berinteraksi, memikirkan nasib bangsa, dan lain sebagainya. Maka dari itu dibutuhkan suatu wadah untuk menampung dan membentuk karakter serta kreatifitas pemuda. Oleh karena itu, Organisasi kewirausahaan pemuda sangat dibutuhkan guna mengkonsistensikan potensi besar dan karakter tersebut sehingga mampu mewujudkan kemajuan bangsa. Memaknai Organisasi kewirausahaan pemuda secara mendalam, lantas timbul pertanyaan, apakah tujuan sebenarnya dari Organisasi kewirausahaan pemuda ini? Jawabannya tertera dalam undang-undang RI nomor 40 tahun 2009 pasal 3, yaitu pembangunan kepemudaan bertujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Startup yang ada di Indonesia seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia, Ruang Guru dan beberapa Startup sukses lainnya merupakan bukti konkret dari perpaduan kegilaan pemuda dengan penggunaan smartphone yang memiliki akses internet. Hal inilah yang kita inginkan dari pemuda, memiliki sebuah terobosan baru yang dapat menghasilkan penghasilan juga memiliki daya saing global dan kreatif. Maka, Organisasi kewirausahaan pemudalah yang dapat menampung kreatifitas pemuda sehingga terciptanya terobosan-terobosan baru seperti Startup di atas. Menilik perkembangan bangsa ditahun 2030, Indonesia berada dipuncak Bonus Demografi. Jumlah usia produktif akan mendominasi penduduk Indonesia termasuk di dalamnya milenial. Hal ini akan membawa Indonesia pada puncak keemasan pembangunan bangsa. Namun, Bonus demografi di Indonesia diperkirakan akan terhambat, karena jumlah penduduk yang semakin banyak sedangkan lapangan kerja yang sempit sehingga meningkatnya angka pengangguran di Indonesia. Melihat faktor penghambat tersebut, maka yang dibutuhkan saat itu adalah lapangan kerja yang luas. Melalui Organisasi kewirausahaan pemuda akan lahir pemudapemuda kreatif berjiwa entrepreneur yang akan menciptakan Startup terbaik sehingga akan membuka lapangan kerja yang luas dan akan menekan angka pengangguran. Seperti halnya Startup terbesar di Indonesia yaitu Gojek, yang mempekerjakan jutaan driver di seluruh Indonesia. Hal ini akan mewujudkan kesejahteraan dalam kehidupan bermasyarakat. Memaknai revolusi industri 4.0 sebagai pemuda, saya memiliki sebuah kisah nyata yang saya alami. Saya merupakan seorang alumni dari MTsS Al-Muslimun Lhoksukon, seperti yang
kita ketahui ketika sudah menjadi alumni tentunya akan ada reunian, guna berinteraksi antar sesama dan menyambung tali silaturrahmi. Nah, suatu hari kami mengadakan reuni akbar di sebuah kafe. Semua alumni berkumpul di kafe tersebut, anehnya ketika dalam perkumpulan itu saya melihat ada sedikit kejanggalan. Mereka semua terlihat asik memandang smartphonenya yang berisi game online, sehingga reunian ini menjadi perkumpulan untuk bermain game online. Saya melihat mereka punya potensi dalam kewirausahaan dan berjiwa entrepreneur, mengapa? Karena ketika masa-masa sekolah dulu mereka sering berbisnis jualan seperti jualan stiker, jam, baju dan lain sebagainya. Namun, sekarang mereka terlena dengan game online. Saya rasa jika mereka bisa memanfaatkan smartphonenya untuk berbisnis hal ini akan membawa penghasilan bagi mereka. Maka sebuah wadah Organisasi Kewirausahaan pemuda sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi ini. Berdasarkan kisah di atas, saya dapat memaknai bahwa peran kita sebagai pemuda sangat diperlukan untuk tidak mudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman, justru kita sebagai pemuda harus bisa mempengaruhi perkembangan zaman. Oleh karena itu, Organisasi kewirausahaan pemuda merupakan jawaban yang dapat diambil pemuda untuk menghadapi tantangan zaman sehingga dapat mewujudkan kemajuan bangsa. Melalui Organisasi kewirausahaan pemuda, kita dapat belajar bagaimana membangun bisnis yang handal, meningkatkan wawasan kewirausahaan, meningkatkan kreatifitas dan karakter, belajar menjadi entrepreneur, influencer, dan sebagainya. Tidak hanya itu, melalui Organisasi kewirausahaan pemuda ini juga secara sadar atau tidak sadar kita dapat belajar bagaimana arti sesungguhnya dari kesatuan dan persatuan serta mediasi pendewasaan diri baik dalam bersikap maupun bertindak sehingga para pemuda tidak mudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman dalam hal yang tidak bermanfaat.