Tujuan utama belajar bukan untuk menjadi nomor satu, namun memahami apa yang dipelajari. Nilai tinggi dibalik angka memuaskan hanyalah bonus, reward. Akar dasar tetap pemahaman yang melekat dan menyatu dalam diri serta membentuk kebijakan pemiliknya.
Jika vonis belajar berkutat pada ketinggian angka, maka obsesi belajar adalah pamer, harus ada yang tau kita pintar. Kita cerdas, kita hebat.
Itu sebabnya para ulama, sufi, dan cendekiawan sejati belajar sekali tentang hakikat memahami.