Barang rongsok biasanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan dibuang begitu saja bagaikan sampah, hal inilah yang membuat saya berani mendirikan usaha rongsok karena bagi saya ini merupakan peluang. Semua orang tau yang namanya tukang rongsok merupakan pekerjaan yang kotor, akan tetapi penghasilan yang mereka dapatkan sebenarnya sangat besar dan menjanjikan.
Sebagai pemula dalam hal rongsok, saya harus belajar banyak kepada beberapa tukang rongsok yang sudah berjalan sangat lama dan bisa dikatakan tulang rongsok skala besar yang penghasilannya sudah besar. Selain itu, Saya harus belajar cara menyortir atau memilah-milah jenis rongsok yang akan saya tampung.
Sebelum terjun ke dunia rongsok, pertama kali yang saya lakukan yaitu mencari informasi jenis rongsok yang harganya mahal dan murah dipasaran, karena rongsok yang harganya mahal yang nantinya akan kita mainkan dan kita tampung. Setelah saya mendapatkan informasi jenis rongsok yang harganya mahal, saya mulai mengatur kosep yang akan kita gunakan serta memutuskan jenis rongsok apa saja yang akan kita tampung. Tujuannya supaya kita bisa fokus dalam berapa jenis rongsok tertentu saja.
Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya putuskan hanya menampung jenis rongsok botol plastik, gelas plastik dan gelas warna (ale-ale, teh rio, dll). Semakin sedikit bahan baku yang kita kelola dan tampung, maka pekerjaan kita akan lebih terfokus dan terarah.
Apabila ada saudara-saudara yang tertarik usaha rongsok, sebelum menjalankan usaha ini saya akan memberikan tips-tips menjadi pengusaha rongsok untuk pemula :
- Pahami jenis barang
Hal ini sangat penting sekali karena untuk menentukan jenis barang apa saja yang akan kita tampung yang memiliki harga jual yang tinggi dan barang tersebut banyak dihasilkan oleh masyarakat. - Tempat penampungan barang
Diusahakan kita memiliki tempat penampungan yang luas, karena barang yang kita kelola dan tampung akan memakan banyak tempat karena harus dipacking sesuai dengan jenis barang, tujuannya ketika penjualan barang yang kita jual sesuai dengan jenisnya. Misal botol plastik dipacking dengan botol plastik, gelas plastik di packing dengan gelas plastik, dll. - Mencari karyawan yang jujur
Karyawan yang jujur akan membantu usaha kita untuk lebih maju. Kita harus pintar mencari karyawan yang jujur, karena kebanyakan pengusaha rongsok bangkrut karena ulah karyawan yang tidak jujur. Misalnya memanupulasi data, menjual tongsok tanpa sepengetahuan pemilik dll. - Mencari tempat pemasaran
Ketika kita sedang memasarkan produk, harus ada tempat penjualan yang sudah pasti dengan harga yang tinggi. Sehingga kita tidak susah untuk mencari-mencari pasar penjualan. Jadi kita tinggal fokus ke pengerjaannya saja karena pasar atau penjualan sudah ada yang siap nampung.
Usaha rongsok ini banyak sekali ujiannya, ujian yang biasanya datang menghampiri kita diantaranya susah dalam mencari karyawan, ketika kita tidak mendapatkan barang rongsok dan susah menentukan tempat penampungan barang karena banyak masyarakat yang menolak samping rumahnya dijadikan tempat rongsok, khawatir menimbulkan bau yang tidak sedap dll.
Untuk menyikapi hal diatas yaitu dengan cara bersabar, karena kata kunci yang ampuh dalam usaha rongsok yaitu bersabar. Kalau kita bersabar akan selalu ada jalan keluar ketika kita menghadapi masalah. Bukankah orang yang sabar disayang Tuhan?
Itulah sekelumit pengalaman hidup saya yang kesehariannya bergelut dengan barang rongsok, barang rongsok yang dipandang sepele oleh masyarakat saya sulap menjadi peluang usaha yang menjanjikan dan saya meyakini usaha ini akan berkelanjutan bahkan sampai berkembang. Secara tidak langsung semoga apa yang saya lakukan ikut membantu program pemerintah yang berkaitan dengan penanganan sampah di masyarakat.
Semoga yang saya tulis ini bisa bermanfaat buat semuanya.
"Salam Lestari".
Brebes, 30 Mei 2018