Kita sering meremehkan cemburu. Menganggap cemburu itu adalah hal yang berlebihan bahkan sedikit lebay. Kita tidak bisa menganggap sama keadaan psikis antara kita dengan orang lain, terutama wanita, mereka jelas memiliki sifat yang berbeda. Mari coba kita bahas soal ini.
Cemburu biasanya disebabkan oleh perhatian yang berlebihan terhadap sesuatu, manusia, binatang peliharaan, benda kesayangan, atau pasangan. Ilmuwan perilaku menyebut ini dengan kata yang ilmiah yaitu, obesif kompulsif. Salah satu penyebab obsesif kompulsif pada seseorang adalah kurangnya terlibat dalam interaksi sosial. Contohnya, seseorang jarang terlibat dalam komunitas tertentu sosial tertentu sehingga tidak bisa mengalihkan perhatiannya kepada sesuatu yang lain. Misalnya kepada teman-teman di dalam komunitas atau pada kegiatannya.
Cemburu tidak pernah bisa dihilangkan, tapi bisa diantisipasi. Setiap orang pasti punya kadar sifat cemburu yang berbeda. Salah satu cara mengontrol sifat cemburu adalah dengan mengalihkan perhatian kepada hal-hal yang lain yang bisa menyebabkan kita tidak terobsesi pada satu hal saja. Cemburu adalah reaksi dari pikiran manusia terhadap sesuatu yang diobsesikan mereka, yang menyebabkan kita takut kehilangan sesuatu yang kita diobsesikan.
Cinta yang berlebihan (kadar obsesif yang tinggi) kepada seseorang akan menyebabkan cemburu jika kita melihat, mendengar kabar dia bersama orang lain atau sebagainya. Itu adalah sifat defensif atau reaktif dari rasa takut jika sesuatu yang kita obsesikan akan hilang. Masalah ini muncul akibat dari perilaku kita yang disebabkan oleh pola pikir yang permanen dalam memori otak. Maka ketika kita cemburu, tak ada alasan untuk menyalahkan orang lain, terutama pasangan kita, dengan memintanya untuk tidak membuat kamu cemburu lagi.
Jika hal itu pun terjadi, artinya kamu meminta orang lain untuk mengikuti pola pikir kamu yang telah dibanjiri obesif kompulsif. Seperti kasus seseorang yang mengalami sakit kepala kemudian dia minum obat anti depresan hanya untuk menghilangkan sakit untuk sementara. Tapi penyakit itu akan kembali suatu saat. Maka lebih baik untuk mengubah pola makan, dan istirahat yang cukup untuk menangkal penyakit tersebut.
Begitu pula dengan cemburu, lebih baik kita mengubah perilaku dan pola pikir agar bisa menangkal cemburu ketika ia muncul. Ingat, cemburu itu memang tanda cinta, cemburu itu alami karena kita terobsesi dengan sesuatu. Tapi meminta orang lain untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat kita cemburu, justru menjadikan orang lain itu sebagai budak dari pikiran kita.
Maka belajarlah untuk berperilaku sewajarnya dari pada meminta orang lain untuk melayani pikiran kita. Cara yang tepat untuk melatih hal tersebut adalah dengan terlibat dalam komunitas hobi. Cari teman-teman yang mempunyai passion yang sama denganmu dan bangun komunikasi bersama mereka tentang apa yang kamu suka. Dengan itu perhatian kamu pun akan sedikit terbagi. Ini juga baik untuk kamu ketika melewati masa-masa setelah putus cinta.