salam santri
Sebut saja Umar, dia santri yang sangat rajin belajar mengaji dan menghafal, tapi sayang dia kelemahan berupa mudah lupa. Setelah selesai menghafal mungkin jarak berapa jam kemudian hafalan itu lupa kembali, padahal dia sudah jerih payah menghafal, tapi apalah daya mungkin seperti itu nasibnya dan karena dia manusia yang dipastikan punya sifat pelupa, walaupun sifat pelupa dia bertahan di Pesantren. Dari kelemahan itu, dia sering berdiri kalau sekolah, sebab pelajaran yang harus dihafalkan dia tidak hafal, padahal sebelum masuk kelas dia sudah hafal, tapi entah kenapa sesampainya dikelas pelajaran yang sudah dihafalkan itu lupa kembali, akhirnya dia terpaksa hampir setiap hari dia berdiri dikelas karena tidak hafalnya itu, walaupun demikian dia jalani hal itu dengan ikhlas sebab bagaimana lagi, dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk menghafal tapi hafalan yang dia hafal lupa lagi. Walaupun dia punya kelemahan seperti itu, tapi dia bisa bertahan lama di Pondok sehingga menamatkan sekolah diniyah di Pondoknya, walaupun dia ketika mengenang masa-masa sekolah sangat memalukan yaitu terkenal dengan sering berdiri. Setelah tamat dia entah kenapa dia langsung tidak mengabdi dulu di Pondok, akhirnya bertempat di rumah untuk selamanya Keberadaannya tercium oleh masyarakat bahwa dia sudah tidak mondok lagi, sedangkan di
- inggris
his ana kum can learn not han! it is unya 05. SAITRI AJAIB Call it Umar, he santri very diligent study and memorize memorize, but unfortunately he weakness in the form of easy to forget. After memorizing it may be the distance of how many hours and then memorize it forgot back, but he had hard work memorize, but whatever the power may be like that fate and because he is a man who is certain to have forgetfulness, although forgetfulness he survived in Pesantren. Of the weakness, he often stands when the school, because the lesson that must be memorized he did not memorize, but before he entered the class he had memorized, but for some reason when the class that memorized lesson was forgotten again, he finally forced almost every day he stood class because not memorized it, nevertheless he lived it with sincerity because how else, he had tried his hardest to memorize but memorize that he memorized forgot again. Although he has such weaknesses, but he can last long in Pondok so as to finish school diniyah in Pondoknya, although he when remembering the school is very embarrassing that is famous for often standing. After he graduated he somehow he immediately did not serve first in Pondok, finally housed in the house forever His existence was wafted by the community that he was not mondok again, while in
Meu apam