Duduk termenung disamping kolam ikan, bulan memikirkan sesuatu, dari rawut wajahnya terlihat begitu berat yang dia pikul, namun tidak pernah diceritakan semua kisah yang dia alami, di salah satu korban perempuan yang mengalami kekerasan pada masa konflik dulu, matanya sangat tajam memperhatikan orang lalu lalang di depannya. Ditangan memegang botol mineral karena menempuh perjalanan menuju kutaradja, ketika orang yang tidak dikenalnya, dia hanya dia saja walau orang itu mencoba mengajak berbicara.
Wajahnya selalu menunduk walau duduk dalam keramaian, tidak ada yang mengetahui apa yang sedang dia takuti atau dia pikirkan, mulut sangat sulit mengucapkan kata-kata terkait persoalan yang hadapi masa lalu, mungkin saja masih trauma akibat keganasan perang masa itu.
Tidak lama berselang dia mengatakan kehormatannya sudah hancur yang rengut oleh para preman-preman yang mengendalikan keamanan, kenapa hal ini bisa dialami oleh bulan, sedangkan dia baru beranjak didewasa kala itu.
Kenapa semua menjadi ancaman setiap generasi ketika konflik berkecamuk, ujar seorang laki paruh baya yang duduk disamping bulan.