Mungkin kita sering melihat para pekerja atau disebut dengan Buruh, mulai dari pekerja kantoran, office boy, sopir, tukang cuci, buruh bangunan, kuli pasar dan berbagai jenis pekerjaan.
barangkali di Indonesia Sebutan Buruh, kuli mempunyai konotasi negatif terhadap suatu pekerjaan karena sering dianggap sebagai pekerja rendahan, hina, kasar, hal ini sangat berbeda dengan sebutan Karyawan untuk yang bekerja di kantoran atau toko.
Perbedaan ini timbul karena buruh lebih mengutamakan kekuatan dan otot, dibandingkan dengan karyawan yang hanya mengandalkan kepandaian dan otak.
Padahal buruh, kuli atau karyawan adalah sama sama pekerjaan yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan penghasilan.
Kondisi seseorang yang menjalani pekerjaan yang menjadikannya apakah sebagai buruh, kuli atau karyawan itu adalah pilihan mereka.
hanya saja, sifat manusialah yang membeda-bedakan status mereka.
mereka mempunyai derajat yang sama dihadapan Allah. hanya manusialah yang membeda-bedakan status mereka.
tanpa adanya mereka tentu saja tidak akan tercipta pembangunan dan kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.