Lain orang lain pula kisah hidupnya, ini karena antara yang satu dengan yang lainnya punya status yang berbeda-beda pula. Miskin, kaya, bahkan jabatan pun berbeda-beda yang melekat pada diri seseorang.
Kesamaan kita yaitu sama-sama di beri kesempatan hidup oleh Tuhan. Pertanyaannya, sejauh mana kita telah memanfaatkan kesempatan tersebut?
Ada yang berstatus miskin dengan mempertahankan sikapnya yang bermalas-malasan menyembah Penciptanya dengan keluhan demi keluhan. Adapula seorang yang kaya dengan kesombongannya, ada juga penguasa dengan kerakusannya.
Lantas, apakah demikian wujud terimakasih kita kepada Pencipta? Tidak! Coba kita belajar dengan alam yang berada di sekeliling kita, ya.. Belajarlah pada pohon!
Apa yang dapat kita pelajari dari sebatang pohon? Banyak! Benar, pohon hampir saja tidak ada yang tidak dapat dimanfaatkan oleh manusia darinya.
Dikala siang hari yang terik, pohon menjadi tempat yang nyaman dan nikmat untuk berteduh, itu hanya bagian kecil saja yang diambil manfaatnya oleh manusia. Belum lagi sebatang pohon yang dipotong kemudian di belah guna halnya di pakai untuk membangun sebuah rumah.
Tidak hanya itu, sebatang pohon juga menghasilkan buah yang lagi-lagi dimakan oleh manusia. Apalagi yang salah dari sebatang pohon, relatif tidak ada, bukan?
Nah, intinya adalah pohon selalu memberikan manfaat kepada manusia. Lalu, kenapa kita tidak mencontohkan saja pohon? Bagi kita yang miskin, lihatlah pohon yang selalu berusaha tetap kuat di kala panas matahari menyerangnya, pohon juga berusaha keras untuk bertahan hidup saat terjadi kekurangan air dikala kemarau tiba.
Untukmu yang kaya, lihatlah pohon yang tidak takut kekurangan saat orang-orang memetik buahnya. Untukmu penguasa, lihatlah pohon yang sama sekali tidak mengganggu dan mengambil jatah sesamanya, sebatang pohon tetap berusaha berdiri tegak sendiri. Mari, hiduplah seperti pohon yang selalu memberi manfaat.

Posted from my blog with SteemPress : http://ayuramonablog.epizy.com/2018/10/18/hiduplah-seperti-pohon-yang-selalu-memberi-manfaat/