Suatu ketika seorang pemuda bertemu kawannya, pemuda tersebut pun berencana mau mengajak kawannya itu untuk berbisnis dengannya: "Pak, ayo berbisnis dengan saya!". "Saya tidak mau pak". Jawab kawan pemuda tersebut. Lalu, pemuda tersebut dengan penasarannya kemudian menanyakan lagi perihal kenapa kawannya menolak ajakan dia untuk berbisnis. "Saya takut kaya". Ya, begitu jawaban dari kawan pemuda tersebut.
Mendengar jawaban yang demikian, sontak saja Pemuda tersebut kaget. Ternyata ada orang yang takut kaya, simpulnya. Benar, dikala seseorang terjun ke dalam dunia bisnis salah satu resikonya adalah kaya. Lalu, tak puas dengan jawaban temanya, Pemuda itu kemudian menanyakan kembali kepada kawannya. "Kenapa bapak takut kaya?". " Saya takut cinta dunia". Luar biasa kawan saya yang satu ini, terucap didalam hati pemuda tersebut.
Kemudian, didalam hatinya pemuda itu berdoa, Ya Allah.. Orang shalih yang seperti inilah yang seharusnya kaya! Karena, kalau kekayaan di pegang oleh orang-orang shalih, Insyaallah rahmatan lilalamin. Tapi sayang, orang shalihnya tidak mau kaya, sementara orang kayanya tidak mau shalih.
Setelah itu, Pemuda tersebut menanyakan kembali kepada kawannya. "Apakah cinta dunia adalah penyakitnya orang kaya saja?". Tidak, orang miskin pun banyak yang menderita penyakit dunia, masalahnya bukan dari kaya atau miskinnya. Tapi, bagaimana kita bisa bersikap terhadap kekayaan itu sendiri.
Dengan alasan inilah, banyak umat Islam yang tidak mau bekerja keras, tidak mau berusaha menjadi orang kaya dan menjadi orang besar. Seharusnya umat Islam terlalu besar untuk punya cita-cita kecil, umat Islam harus kaya seperti kayanya Abu Bakar Ash-Shiddiq, seperti kayanya Umar bin Khatab dan seperti kayanya Usman bin Affan. Karena, kekayaan merekalah umat Islam bisa berjaya sampai sekarang ini.
Rasulullah mengajarkan kita untuk berdoa, Ya Allah.. Aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, aku berlindung kepada-Mu dari azab-azab kubur. Yang menjadi masalah bukan dari seberapa banyaknya kita mendapatkan uang. Tapi, uang yang kita dapatkan itu darimana dan untuk apa? Karena kata Rasul, kita tidak boleh iri kepada 3 (tiga) golongan orang:
Orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkannya.
Orang yang mati syahid dan
Orang kaya yang dermawan.
Dari cerita di atas kita dapat mengambil sebuah pelajaran, tentukan dulu niat kita bila seandainya kita ingin menjadi orang kaya. Orang kaya yang seperti apa? Jika seandainya kita ingin menjadi orang kaya seperti kayanya Abu Bakar Ash-Siddiq, Umar bin Khatab dan Usman bin Affan, silakan! Diatas Rasulullah mengajarkan dan menyuruh kita untuk berdoa, meminta pertolongan kepada Allah.
Namun bila seandainya kita tidak mampu menjadi orang kaya yang seperti Abu Bakar, Umar dan Usman bin Affan. Janganlah kita bersikap iri kepada orang kaya yang dermawan, juga kepada orang besar yang berilmu pengetahuan dan kepada orang-orang yang berjuang di jalan agama Allah.

Posted from my blog with SteemPress : http://ayuramonablog.epizy.com/2018/09/14/takutlah-kaya-bila-tidak-dermawan/