kalau menurut saya, nikmat yang paling besar itu bukan memiliki. tapi mencintai. pun sebenarnya, kita tak pernah benar-benar memiliki, hakikatnya, semua adalah titipan. maka bahagialah ia yang mencintai dan memiliki. beruntunglah ia yang mencintai namun tak kuasa memiliki. tapi, yang terahmati hidupnya adalah mereka yang tetap mencintai, ada tiada, jauh dekat, abadi fana. ia tetap disitu, sebetapa keruhpun harapan itu.
RE: Takdir Kita Berbeda