Aku sudah menganggap ia seperti adik kandungku sendiri. Dia adalah satu-satunya sahabat yang tidak pernah menertawakan kesusahanku, menangisi kesuksesanku, dan menghakimi kehidupan ku. Dan aku sangat beruntung memiliki seorang sahabat seperti dia.
Meski sudah sama-sama berumah tangga, silaturahmi yang telah terjali 9 tahun lamanya tidak menyurutkan kaki kami untuk sering bertemu. Dan semoga hubungan persahabatan ini tetap terjalin, hingga tiba saatnya waktu yang memisahkan.