Praktik Donor darah pada awalnya sempat dilarang karena sering menyebabkan kematian pada si pendonor maupun yang menerima donor. Namun seiring perkembangan teknologi, praktik donor darah mulai menemui titik terang dengan ditemukanya beberapa golongan darah pada manusia. Beberapa tahun kemudian praktik donor darah disempurnakan setelah ditemukan bahwa darah manusia memiliki resus (+) & (-).
Selain dapat menolong orang lain, donor darah berefek positif bagi tubuh si pendonor. Seperti mengurai kolesterol dan mencegah penyakit stroke. []