During this time we just often hear kaul rasulullah and the friends on the battlefield against the infidels. But do you know who cares for injured victims in the battlefield? He is Rufaidah Al-Asalmiya, he is the first recorded Islamic nurse in history. Even Rufaidah had existed before the pioneer of modern nurse was born.
Rufaidah Al-Asalmiya has the full name of Rufaudah bint Sa'ad Al-Bani Aslam Al-Kazraj. He was born in Yatrhib, Medina in 570 AD and died in 632 AD.
Rufaidah's father was a doctor, Rufaidah studied nursing science while assisting his father. When there was no war, Rufaidah built a tent in front of the Nabawi mosque to care for sick Muslims. And when Rufaidah's war broke out and volunteered for wounded victims.
Rufaidah also trained some women to become nurses. And in some battles they are at the back of the battle to care for the wounded.
What a noble deed, When the Messenger of Allah ordered the women and children to stay at home during the war, Rufaidah sought ways to be in the battlefield even though his task was not to fight.
BAHASA INDONESIA
Selama ini kita cuma sering mendengar kisa rasulullah dan para sahabat di medan perang ketika melawan kaum kafir. Tapi apakah anda tau siapa yang merawat para korban yang terluka di medan perang? Dia adalah Rufaidah Al-Asalmiya, dia merupakan perawat islam pertama yang tercatat dalam sejarah. Bahkan Rufaidah sudah ada sebelum pioneer of modern nurse lahir.
Rufaidah Al-Asalmiya memiliki nama lengkap Rufaudah binti Sa'ad Al-Bani Aslam Al-Kazraj. Ia lahir di Yatrhib, Madinah pada tahun 570 M dan wafat pada tahun 632 M.
Ayah Rufaidah merupakan seorang dokter, Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan ketika membantu ayahnya. Saat tidak terjadi peperangan, Rufaidah membangun tenda di depan masjid Nabawi untuk merawat kaum muslim yang sakit. Dan saat terjadi peperangan Rufaidah menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang.
Rufaidah juga melatih beberapa wanita untuk menjadi perawat. Dan dalam beberapa peperangan mereka berada di garis belakang pertempuran untuk merawat para korban yang terluka.
Sungguh perbuatan yang mulia, Saat Rasulullah memerintahkan para perempuan dan anak-anak untuk tinggal di rumah ketika terjadi peperangan, Rufaidah mencari cara agar di bisa berada di medan perang walaupun tugasnya di situ bukan untuk berperang.