[source]https://www.google.co.id/search?q=kesetiaan&client=ms-android-xiaomi-rev2&prmd=ivn&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwih6rThr63ZAhXIto8KHclBCj8Q_AUIESgB&biw=424&bih=673#imgrc=9UtjEpdBLW8tdM:
Assalamualaikum, selamat pagi dan salam sejahtera untuk segenap raga yang sedang memperjuangkan kesetiaan.
Baru saja, momentum hari kasih-sayang terlewati, berbahagialah anda yang memagari kasi-sayang dengan "kesetiaan". Oleh sebab momentum hari kasih-sayang, terbangkit keinginan saya untuk melihat makna yang sesungguhnya dari kesetiaan, karna cinta dan kasih sayang seringkali di kaitkan dengan kalimat "setia".
Perlu di ketahui bahwa, kalimat sayang, cinta dan setia adalah bagian dari kata kerja (subjek), namun antara kata kerja setia dengan sayang dan cinta ada perbedaan yang sangat dalam, karna sebagai mana kita ketahui setiap kata kerja tentu ada yang bekerja (predikat). Akan tetapi, sayang dan cinta terkerjakan dengan sendirinya diluar kendali pekerja.
Oleh karena demikian, saya agak kurang setuju dengan definisi setia yang di ucapkan sebagian pihak, dimana setia di artikan "ketulusan menyimpan hati dalam hati dan berjanji untuk tidak mengkhianati". Kenapa saya agak kurang setuju? Karna rasa itu terbagi pada dua keadaan.
Yang pertama rasa yang dapat di cari, ini dapat di contohkan dengan rasa sakit yang bisa di hadirkan lewat sedikit cubitan, yang kedua rasa yang datang dan pergi diluar kendali kita, yaitu sayang dan cinta.
Hal diatas, bisa di analogikan dengan sederhana tatkala kita melihat se ekor ayam, dimana kita sama sekali tak mampu untuk menolak kenyataan ayam dengan mengatakan itu sepeda. Sebab itulah, perasaan yang datang dan pergi diluar kendali kita, takkan pernah kita mampu mengatur waktu kapan dia datang dan kapan dia harus pergi, hari ini kita jatuh cinta pada seseorang tertentu, tidak mustahil esok rasa itu berlabuh pada seseorang yang lain.
Terus, apa makna setia? Saya katakan bahwa, setia adalah kata lain dari mempertahankan. Mempertahankan apa? Mempertahankan diri pada sesuatu yang telah bersama dengan segenap cara yang hadir dalam jiwa, meski rasa cinta pada apa yang sedang di pertahankan telah hilang entah kemana. Jadi, sekali lagi, setia(mempertahankan) sama sekali tidak diperuntukan pada satu rasa yang datang dan pergi diluar kendali, tapi setia hanya untuk keteguhan diri dalam menjaga kebersamaan yang telah dipilih meski rasa yang pernah ada telah berselisih.
Dan yang tidak kalah penting di ingati bahwa, setia terkadang dapat membawaki apa yang telah pergi (rasa) dapat kembali di raih.
Selamat berbagi kasih dan semoga kesetiaan senantiasa di raih!!!