Mungkin saat ini kita tengah salah kaprah akan sisi keromantisan, yaitu dengan menuntut pasangan untuk memenuhi segala kemauannya, membelikan tas baru, sepatu baru dan barang-barang mewah lainnya semata untuk bermegah megahan. Tidak jarang pula keromantisan hanya ajang pameran di kancah media sosial. Mungkin kita patut merenung kembali " Apakah kebahagiaan itu masih terasa bahagia?", kadang kala ia hanya sebuncah penyakit yang datang dari hati.
Lalu apa itu romantis?
Romantis adalah perlakuan atau ungkapanpenuh cinta yang dapat menyentuh hati seseorang.
Siapakah sosok yang paling romantis?
Ia adalah Nabi Muhammad SAW.
Beliau merupakan sosok suami yang sangat memuliakan dan lemah lembut memperlakukan istri-istrinya.
Rasulullah Saw bersabda:
"Sesungguhnya seorang mukmin yang paling sempurna adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling lembut perlakuannya terhadap keluarganya". HR. Nasai, Ibnu Majah dan Thabrani.
Diantara bukti kelembutan Rasulullah Saw terhadap istri-istrinya adalah beliau sering mengajak istrinya bercanda. Mendengarkan ceritanya ketika hendak tidur, tidak pernah berlaku kasar dan terkadang Rasullullah juga selalu membantu pekerjaan rumah tangganya.
Bukti lain keromantisan Rasulullah Saw adalah beliau minum dari gelas bekas Ummul Mukminin Aisyah Ra kemudian Rasullullah Saw meletakkan bibirnya ditempat yang sama daripada gelas bekas bibir Aisyah.
Wah ternyata romantis itu sederhana... sunnah Rasul dan dapat pahala juga loh .