Saat langkahku rapuh, kuhanya mampu berserah. Semua seakan buntu, gelap seakan mendra. Aku berharap aku memohon akan ada jalan terang. Akan ada chya untuk kebambangan ini. Meskipun perih selalu mengiringnya langkahku meskipun airmata seakan kering. Namun ku sadar, aku hanya manusia, aku tak mungkin mendapat smuanya. Hanya scerch sinar itu yang selalu kutunggu.