Hi Steemians..Apa Kabar ?
Jangan bertanya mengapa Jampok yang saya tulis hari ini, yang pasti percakapan pagi ini di discord , tepatnya tanggal 1 September 2018 menjadi awal kalimat judul diatas kusampaikan. Para arteemian seperti
,
dan
menjadi saksi saat saya menjawab pertanyaan
apa itu J J B ? Ya, jawaban spontanku saat itu adalah "Jampok Jampok Beungoh" So, tidak ada salahnya kalau saya sedikit mengupas tentang pergeseran arti dan makna Jampok dalam kondisi terkini yang kemudian saya kaitkan dengan kondisi aktual terkait pemilihan langsung calon legislatif dan pemilihan presiden di tahun 2019.
Cintailah Burung Hantu, Tapi jangan Jadi "Jampok".
Apa itu Jampok ?
Jampôk adakah bahasa Aceh yang berarti burung hantu dalam bahasa Indonesia. Jampok atau burung hantu adalah binatang yang sehari-hari bangun dan bekerja di malam hari, namun istirahat dan tidur di siang hari. Keadaan dan nama Jampok ini adalah kata yang paling familiar bagi orang Aceh pada umumnya.
Akan tetapi familiar tersebut bukan karena burung ini sering dijadikan hewan peliharaan atau karena banyaknya burung hantu ini di Aceh. Bukan sama sekali. Akan tetapi yang membuat sebutan Jampok familiar adalah karena makna lain yang mengindikasikan seseorang itu tidak tahu malu, sombong dan suka menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya serta selalu punya pandangan extra dan over dengan perempuan.
Tahun 1967, konon ada lagu yang membahas tentang cerita Nabi Sulaiman dan burung hantu yang sangat ambisius menjadikan anaknya untuk menjadi Raja Burung. Silahkan dicermati kalimat hikayat aceh berikut ini.
Seu-ot jampok tuanku ampon
Nyoepat aneuk lón nebóh keu raja
Sebab aneuk lón rupa ceudah that
Lagi ngon hibat lé bulé mata
Ampun tuanku sahut si Burung Jampok
Ini anakku tolong jadikan Raja
Karena anakku ini rupanya cantik
Juga hebat karena banyak bulu mata
Mata bulat babah meukawet
Cit geut that sabet menyoë jih raja
Nabi Sulaiman teusingéh teu khem
Dum cicem laën jikhem meubura
Mata yang bulat serta mulut yang berkancip
Cocoklah sangat jika jadi Raja
Nabi Sulaiman tersungging dan tertawa
Burung yang lain terbahak-bahak tertawa
Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa istilah jampok bukan lagi sekedar untuk menggambarkan bekerja/bangun di malam hari dan tidur di siang hari, ada pergeseran arti dan makna dari maksud sebenarnya kepada makna lain tentang prilaku seseorang yang seperti burung hantu alias Jampok. Ada filosofi menarik lain dan unik kalau seseorang disebutkan Jampok. Bahkan dalam konteks keacehan, ada beberapa orang yang kalau kemudian disebut Jampok akan merasa tersinggung, marah dan tidak terima disebut Jampok Man.
Apa saja prilaku seseorang yang kemudian diidentikan dengan Jampok ? Berikut ini ada beberapa contoh namun masih Secara subjektif karena prilaku tersebut adalah penilaian dan tidak ada rumus pasti untuk mengukur seseorang itu bagaikan jampok.
Pertama, Suka Memuji Diri Sendiri.
Dari kisah burung jampok masa Nabi Sulaiman diatas, diketahui bahwa dalam konteks pemilihan, Si burung hantu tidak segan-segan untuk memuji dirinya, anaknya dan golongan burung hantu sebagai yang terbaik agar dapat dipilih swbagai Raja Burung. Padahal kelebihan tersebut tidak berarti apa-apa, karena burung lain juga mempunyai kelebihan tersebut bahkan lebih dari burung hantu.
Dalam proses pemilihan anggota lagislatif yang sebentar lagi akan terlaksana, banyak orang-orang yang suka menceritakan dan mengumbar kelebihan kepada orang lain agar orang tersebut nantinya dapat dipilih sebagai anggota dewan terhormat. Kenyataannya orang tersebut selama ini tidak punya riwayat pendidikan yang jelas, SD tidak tamat, tidak mempunyai sebuah pengalaman berorganisasi, gagap teknologi meski handphone terbaru ada ditangannya, atau bahkan bertanya siapa itu email, youtube itu anak mana dsb.
Keberanian mencalonkan diri hanya karena materi yang kuat dan pengalaman bentak-bentak orang serta dipanas-panasi oleh gerombolannya adalah prilaku yang termasuk ke dalam "Jampokisme". Lihatlah tingkah si burung hantu yang suka mencari makan di malam hari saat burung-burung lain sedang lelap sama halnya tidak siap dengan persaingan secara sehat.
Menunjuk anak sendiri adalah intrepretasi mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Begitu juga dengan ketidaksiapan seseorang dipilih lalu kemudian menjadikan uang dan tekana. Kelompok sebagai tameng menutupi ketidakmampuan tersebut. Keadaan inilah yang membuat burung-burung lain tertawa saat mendengar, sama hal kita lihat beberapa anggota dewan yang kita pilih selama ini seperti komedian yang sedang melucu dengan nasib rakyat seperti memotong beasiswa dan mencak-mencak karena dana aspirasi dipotong. Membuat kita sebagai rakyat ingin melemparkan bunga sekaligus potnya ke muka Jampok Man itu.
Kedua, Tidak Tahu Malu (Putus Urat M)
Bersambung...
Salam hormat saya
Silahkan dibaca tulisan menarik lainnya :
Together We Can, For Help each other in Community, please Join Discord below
Join eSteem Discord
Join Steemit Indonesian Community Discord
Join Silentzen Discord
Join sevenfingers discord
Join arteem discord
Vote for Witness 
[Post in Gp. Blang, Calang, Aceh Jaya](!steemitworldmap 4.640944 lat 95.587448 long MAHKAMAH SYAR'IYAH CALANG d3scr)