Dear Steemians.!!!
Ngopi yuk, sebuah ungkapan yang sering kali keluar dari mulut-mulut penikmat kopi. Baik siang atau malam hari, kejadian ini sangat lumrah terjadi di Aceh. Kenikmatan kopi bagaikan candu yang tak terpisahkan oleh waktu.
Sahabat saya pernah berkata jep kupi nyak bek pungo, begitulah kira kalimat tersebut. Steemians yang ada di Aceh tentu saja sudah terbiasa dengan kata-kata kasar penuh lelucuan tersebut.
hehehe
Nah, sekarang saya mau mengupas sedikit tentang kalimat unik jep kupi nyak bek pungo. Sebenarnya sederhana saja kali ini, lelucon yang mengandung kata kasar namun lumrah. Bila diartikan dalam bahasa Indonesia yaitu mari minum kopi supaya tidak gila. Inilah Aceh yang punya banyak istilah bahasa, Selayaknya ada yang mengatakan Aceh pungo yang artinya Aceh gila. Terlalu banyak tafsiran namun mengandung makna yang mendalam.
Bila jep kupi nyak bek pungo dan Aceh pungo di gabungkan kalimatnya maka sangat jauh berbeda dalam penafsiran kami dalam masyarakat Aceh.
Aceh pungo didapat saat penjajahan Belanda pada waktu itu. Sarat makna dengan perjuangan yang tidak mengenal akan kekalahan itulah yang terkandung dalam kalimat Aceh pungo. Dapat diibaratkan kami masyarakat aceh terus melawan Belanda waktu itu dengan senjata yang apa adanya dan siap kapan pun dengan tangan kosong untuk membunuh kafe Belanda. Ngerikan kami orang Aceh, hehehe. Tapi sahabat steemit jangan takut ya, kami hanya membenci orang yang membenci kami saja.
Yapz, cerita itu seakan-akan kita kembali ke jaman old ya.? Lupakan saja, kami masyarakat Aceh sudah modern dan sosialis kok. Mari kita ngopi supaya bek pungo.
hehehe