Assalammualaikum.....
Kita umat islam tentu tau ungkapan "senjata orang mukmin itu doa". Sebagaimana kita mengawali sesuatu pekerjaan diawali dengan berdoa kepada Allah. Kita mengimani segala sesuatu yang terjadi pada kita baik musbah dan kebaikan itu atas kehendak Allah. Berpasrah diri menjadi obat ampu untuk menangkal prasangka buruk kepada Allah, bersyukur saat menemukan kesuksesan dan bersabar saat menghadapi kegagalan.
Dalam kehidupan yang fana ini kita memiliki impian dan cita-cita, ada orang yang berhasil menggapai cita-citanya ada yang gagal walau sudah bekerja keras. Setiap waktu dari kita akan timbul keinginan dan impian, ingin jadi ini, ingin buat ini dan itu, semua ini kan berlipat-lipat seiring waktu berjalan, memang tabiat manusia begitu, sangat manusiawi.
Namun banyak kita salah kaprah terhadap pasrah terhdap Allah, pasrah bukan berarti tidak berusaha, juga ada berusaha tanpa doa, mereka seakan-akan Merasa Allah tidak ikut andil dalam meraih kesuksesannya, semata-mata karena usaha dari tenaga dan pikirannya sendiri.
Ada sebuah ungkapan "berdoa tanpa usaha bagaikan pengemis dan berusaha tanpa doa bagaikan komunis".
Ada cerita konyol orang taat yang salah kaprah dan sangat yakin AlLah akan mengabulkan doanya. Seorang taat ini terombang ambing ditengah laut karena kapal yang ditumpanginya karam. Sambil memegang puing kapal yang terapung diapun berdoa agar Allah menyelamatkannya. Sejam kemudian datang kapal nelayan melintas dan ingin mengangkat si orang taat ini, namun dia menolak dengan menjawab "tidak, Allah akan menyelamat saya", maka kapal nelayan itu pun pergi. Datang kapal nelayan yang lain lagi dia pun menolakdengan jawaban yang sama. Doa terus dipanjatkan dengan khusyuk. Tak lama berselang datang lagi kapal nelayan yang satunya lagi, kali ini sedikit memaksa agar si orang taat yang salah kaprah ini mau naik ke kapal mereka, lagi-lagi dia menolak dengan jawaban yang sama "tidak, Allah pasti akan menyelamatkan sya".
Akhirnya si orang taatpun tenggelam dan tewas, hikmah dari kisah ini bahwa Allah sudah menjawab doanya 3 kali namun dia tidak menyadari dan salah kaprah. Pertolongan datang dari para nelayan tersebut, namun disia-siakan.
Selain berdoa maka usaha (ikhtiar) mutlak harus dilakukan, kita harus memiliki ilmu dan pemhaman yang benar akan pertolongan Allah. Jawaban doa bisa jadi datang dari arah yang tidak kita duga-duga. Persis sebagaimana dengan rejeki, jodoh, dan maut.
Manusia dituntut untuk terus berdoa dan dan berusaha, insya Allah ada jalan, jikalau kita merasa tidak juga diberikan jalan, maka janganlah berkecil hati, apalagi berprasangka buruk terhadap Allah tuhan semesta alam, boleh jadi Allah sedang menguji kesbaran kita, boleh jadi Allah akan memberikan ganti yang lebih baik. Teruslah berusaha dan berdoa.
Buruj ck