Hari ini adalah hari yang bahagia bagi , hari ini adalah hari ulang tahunnya. Saya bisa membayangkan bagaimana senyumnya berkembang sepanjang hari, karena ada yang berbeda pada hari ulang tahunnya kali ini. Bila pada tahun-tahun sebelumnya
belum menjadi Steemian, kali ini dia bisa mendapatkan kebahagian yang semakin bertambah bersama keluarga barunya, Komunitas Steemit Indonesia. Walaupun jauh di negeri orang, tetapi dengan terus bersama di Steemit, segala rasa kehilangan itu paling tidak bisa terobati.
Sumber: https://steemit.com/promo-steem/@ettydiallova/berbagi-tutorial-mendaftar-steemit-untuk-wni-di-taiwan
Sebelum masuk ke Steemit, adalah Kang yang menceritakan kepada saya tentang sosok yang luar biasa
. Dia adalah seorang pekerja asal Indonesia yang mencoba mengadu nasib di Taiwan sambil melanjutkan sekolahnya. Dari Lampung dia pergi sedemikian jauh, untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu bisa membantu keluarga dan memberikan kehidupan yang lebih baik. Bukan hanya sekedar bekerja dan sekolah saja, ternyata dia juga kemudian bisa mengembangkan kemampuannya dalam menulis, sehingga sering menjadi juara menulis bahkan sampai tingkat Nasional. Ini adalah prestasi yang sungguh membanggakan.
Bagi saya pribadi, menjadi sosok inspiratif yang patut dijadikan contoh bagi kita semua. Dia seorang perempuan yang penuh semangat dan mau bekerja keras untuk maju. Bayangkan, dia sendirian di negeri orang, jauh dari keluarga, harus bekerja dan sekolah, tetapi masih terus berusaha meluangkan waktu untuk menulis dan terus belajar mengembangkannya. Tidak hanya itu, dia juga aktif di dalam berbagai kegiatan para pekerja Indonesia dan pelajar Indonesia di Taiwan, bekerja menjadi jurnalis di sana, dan luar biasanyanya, masih bisa terus semangat untuk melakukan promo-steem. Oleh karena itu pulalah, saya yakin sekali dia bisa membesarkan KSI di Taiwan, saya yakin dia bisa menjadi seorang leader yang hebat dan bertanggungjawab.
Bandingkan dengan kondisi sebagian besar dari kita yang ada di sini, waktu yang sedemikian longgar karena tidak terlalu banyak aktivitas pun, masih saja malas dan enggan untuk belajar dan menulis. Jangankan untuk mau turut berpikir bagaimana mengembangkan diri serta komunitas Indonesia di Steemit, untuk mau disiplin menulis dengan lebih baik setiap hari pun tidak mau. Yang diinginkan hanyalah mendapatkan upvote dan reward dengan cara mudah dan bisa cepat sukses, sementara untuk berusaha dan bekerja kerasnya, terlalu banyak alasan untuk tidak dilakukan.
Di sisi lain, juga menjadi contoh bagaimana perilaku baik dengan segala keramahan dan ketulusan dalam membantu semua orang itu benar bisa sangat berguna bagi diri sendiri juga. Walaupun dia hebat, dia tidak perlu unjuk gigi sedemikian rupa dan mengeksklusifkan diri, tetapi dia malah mau turun tangan dan mendatangi orang-orang serat mengajak mereka untuk semangat dan maju bersama. Berbagai kendala dan rintangan dijadikannya pemicu untuk bisa lebih bersemangat lagi. Meskipun jika dia mau mengakui, betapa dia sangat membutuhkan hasil dari reward di Steemit ini bagi masa depannya, tetapi tidak berarti kemudian dia mau mengambil jalan pintas. Dia malah memilih untuk terus tekun dan konsisten dalam berkarya serta terus menjalin silaturahmi dengan semua. Hebat, yah!
Saya mengucapkan ulang tahun bagi adik saya yang cantik dan selalu bersemangat ini, . Walaupun saya tidak pernah berjumpa dan bertapan mata langsung dengannya, tetapi saya sangat bangga padanya. Dia adalah harapan besar bagi masa depan, bukan hanya bagi keluarga, tetapi bagi seluruh rakyat, bangsa, dan negara Indonesia. Kita memang membutuhkan orang-orang bermental baja yang tahan akan godaan, kuat dalam iman, dan menerapkan semua kebaikan dan ajaran kebenaran itu dalam karya dan perilaku.
Selamat ulang tahun , semoga yang terbaik dan terindah selalu diberikan olehNya. Semoga juga apa yang dicita-citakan dan dibutuhkan olehmu diberikan restu, ridha, dan kemudahan jalan olehNya. Teruslah berkarya, bersemangat, dan berbagi dengan penuh cinta dan ketulusan. Semangatmu dan kerja kerasmu, adalah semangat kita semua. Peluk cium.
Jakarta, 5 Mei 2018
Salam hangat selalu,
Mariska Lubis

