setiap kali aku melihat kembali terowongan kehidupanku masa lampu, tak ku sangka aku masih bisa berdiri dan menjalani hidup ini dengan semangat dan perjuangan.
pada saat masih SMA sederajat, masih bergemuruh dalam benakku, bahwa untuk belajar dan menghapalpun di malam hari, masih menggunakan lampu yang bahannya dari minyak tanah. bahkan sampai-sampai di pagi hari warna kehitaman sudah menumpuk di hidungku.
kehidupan itu kulalui dengan kesenangan, bahkan tak ada sedikitpun rasa kecewa yang menghinggapi di benakku. pada saat kawan2 ku semua memanfaatkan waktu liburnya untuk bertamasya, di saat itu juga aku berusaha mencari pundi-pundi rupiah untuk bayar uang sekolah, sekalian membantu orang tua.
mungkin itu tak seberapa dengan pengalaman kawan-kawan di steemit, namun sangat lah berharga. pernah pada saat itu pas waktu saya kerja sebagai kuli borkar muat bahan material, tak kusangka pembongkarannya itu sekolah di samping sekolahku, dan tempat aku mengajar pramuka.
itulah sebagian kisah hidupku.